Kepala DLH Kota Mojokerto Bambang Mujiono menambahkan, pada 2021, DLH melakukan pendampingan di 10 RW yang tersebar di 3 kelurahan. Hasilnya, di 2022 seuruhnya dinyatakan lolos dan mendapat penghargaan Kelurahan Berseri Provinsi Jawa Timur. ’’Untuk pertama kalinya Kota Mojokerto juga berhasil memperoleh Kelurahan Berseri kategori mandiri yang diraih Kelurahan Jagalan yang diwakili 4 RW-nya,’’ paparnya.
Sedangkan 6 RW lainnya dari dua kelurahan mendapat penghargaan Kampung Berseri kategori madya. Dengan predikat tersebut, imbuh Bambang, masing-masing RW benar-benar membuat lingkungannya agar terjaga kebersihan dan kelestariannya.
DLH juga akan terus mengintensifkan pendampingan secara jemput bola. Bahkan, tahun depan akan diperluas di 21 RW dari 7 kelurahan. Kegiatan yang sudah digulirkan mulai 7 Desember 2022 ini dipersiapkan untuk Kelurahan Berseri di tahun 2023 mendatang.
Secara perdana, ProKlim juga menjadi target yang berhasil diraih Kota Mojokerto di 2022 ini. Bahkan, dari 2 RW yang dilakukan pendampingan hasilnya mampu melampaui ekspektasi.
Dari semua ditargetkan untuk mengejar tingkat Pratama, ternyara dari hasil verifikasi lapangan melalui daring pada Agustus 2022 mengantarkan 2 RW meraih Proklim tertinggi tingkat utama. ’’2 RW yang kita dampingi dua-duanya lolos verifikasi lapangan. Masing-masing di Kelurahan Jalagan dan Miji mendapatkan Proklim dari KLHK,’’ imbuhnya.
Pada tahun 2023, 4 RW yang kini sedang dilakukan pembinaan oleh DLH akan didorong untuk menjadi Kampung Proklim. Keempatnya berada di Kelurahan Gedongan, Kecamatan Kranggan. ’’Mudah-mudahan semuanya kita progres untuk bisa maju di Priklim kategori utama,’’ pungkas Bambang. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah