Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo dr Sulaiman Rosyid menambahkan, kegiatan lomba inovasi digulirkan rutin tiap tahun. Masing-masing unit kerja di RSUD didorong untuk berlomba-lomba membuat inovasi. ”Tahun 2022 ini terdapat 11 inovasi yang diterapkan di masing-masing unit kerja,” imbuhnya.
Dari 11 inovasi, seluruhnya telah dilakukan penilaian dan menghasilkan tiga juara terbaik. Di antaranya adalah inovasi HW_Books yang diceruskan dari Ruangan Hayam Wuruk, inovasi Care dari Ruangan Raden Wijaya, dan Si Gotik atau Sistem Imformasi Gudang Logistik dari bagian umum RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo.
Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Rina Purwanti menjelaskan, setiap inovasi memiliki keunggulan di bidang layanan masing-masing. Pada inovasi HW-Book misalnya, pasien bisa mencari semua informasi yang dibutuhkan hanya dengan memindai barcode di ruangan Hayam Wuruk. ”Dengan scan barcode, pasien mengetahui kapan dokter akan merawat dan semua informasi lainnya yang berkaitan dengan perawatan,” tandasnya.
Demikian dengan Inovasi Care yang berfungsi untuk memberi informasi pemberitahuan kepada keluarga maupun penunggu pasien di Ruangan Raden Wijaya melalui pengeras suara dengan tiga bahasa. Sedangkan Sigotik merupakan alikasi untuk mengetahui ketersediaan barang non-medis di bagian umum. ”Sehingga saat persediaan akan habis akan bisa diketahui untuk dipenuhi lagi,” bebernya.
Sedangkan 8 inovasi lainnya hampir tersebar merata di unit kerja lainnya di RSUD dr Wahidin Sudiro Husoso. Meliputi Pelayanan Radiologi Ramah Perempuan (PR2P) di Instalasi Radiologi; kemudian Inovasi Prosedur Efektif Penanganan Operasi Pada Pasien Balita dari Instalasi Bedah Sentral; serta Pembuatan Tanda Risiko Jatuh dan Alergi Yang Mudah Diterapkan, Kredibel, Efektif dan Efisien di Ruangan Tribhuana.
Sedangkan, inovasi lainnya dicetuskan di Instalasi Rehabilitasi medik dengan Inovasi Rehab Medik, Instalasi Pemeliharaan Sarana denga terobosan E-Pers, Unit Kemoterapi dengan Si Sai Kempong, sRuang ICU Central SiBaCa , dan Ruangan Gayati dengan gagasan Binduktor KB. ”Semua inovasi akan kami evaluasi agar tetap diterapkan secara berkelanjutan,” imbuh Rina.
Masing-masing peraih inovasi terbaik juga akan mendapat pakta integritas dari RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo untuk bisa terus dikembangkan atau bahkan bisa direplikasi ke unit kerja yang lain. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah