Plt Kepala Dispusip Kota Mojokerto Amin Wachid menuturkan, keberadaan Komolib mampu menjadikan perpustakaan hanya dalam genggaman. Bekerja sama dengan penerbit buku nasional, sebanyak 5.400 lebih buku bacaan elektronik yang menjadi koleksi Komolib bisa diakses melalui perangkat gadget. ”Jadi, pengunjung bisa membaca buku kapan saja dan dimana saja lewat aplikasi secara online,” terangnya.
Masyarakat juga dimudahkan dalam mendaftar menjadi anggota perpustakaan dengan sistem self-service. Dispusip Kota Mojokerto menggulirkan pelayanan raline atau pendaftaran anggota online. Yakni dengan cukup mengirim data diri dan foto ke email perpus.moker21@gmail.com atau WhatsApp (WA) ke nomor 089530539699.
Amin menyebutkan, terdapat sejumlah keuntungan menjadi anggota perpustakaan. Di antaranya bisa mengases dan memanfaatkan secara gratis semua koleksi perpustakaan. Baik berupa buku cetak maupun e-book.
Pemanfaatan teknologi informasi juga diterapkan pada program Komoline atau Kolaborasi Dongeng Online. Inovasi baru yang diprakarsai Dispusip Kota Mojokerto ini menyuguhkan siaran dongeng melalui live streaming di media sosial Instagram dan facebook @dispusip.mojokertokota. ”Program Komoline kami selenggarakan rutin setiap hari Jumat. Para pendongengnya dari anak-anak TK dan SD secara bergantian,” ulas Amin.
Program tersebut makin menambah variasi serial besutan Dispusip Kota Mojokerto. Karena pada masa pandemi Covid-19, juga melahirkan inovasi Dongeng Online Kota Mojokerto atau lebih dikenal dengan Dolen Komo.
Sejak diinisiasi 2 Oktober 2020 lalu, pentas story telling yang disiarkan secara daring ini tetap eksis hingga saat ini. Dengan menggunakan media boneka tangan, tokoh utama bernama Siti dan Aisyah rutin konsisten menghibur sahabat literasi dengan berbagai tema tentang cerita rakyat setiap pekan.
Di samping itu, imbuh Amin, dispusip juga tengah mengembangkan aplikasi Srikandi. Aplikasi yang merupakan akronim dari Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi ini diharapkan dapat menunjang kegiatan arsip secara digitalisasi. ”Sekaligus agar bisa terintegrasi mulai dari tingkat daerah hingga nasional di pemerintah pusat,” paparnya.
Amin menjelaskan, aplikasi Srikandi bakal digunakan untuk seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Mojokerto. Selain telah dilakukan uji coba di internal, Dispusip Kota Mojokerto juga telah berkoordinasi sekaligus menggelar pelatihan bertahap ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan bagian di Setdakot Mojokerto.
Berbeda dengan e-surat, melalui aplikasi Srikandi seluruh tata naskah dinas akan sepenuhnya dikerjakan secara elektronik. Mulai dari penciptaan, penggunaan, pemeliharaan, hingga penyusutan kearsipan dilaksanakan berbasis digital. ”Dengan digitalisasi, maka pelaksanaan kearsipan ke depan bisa lebih efektif dan efisien,” harap Amin. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah