Paket proyek yang masih dalam tahap pengerjaan adalah pembangunan lanjutan tugu alun-alun. Proyek yang dinaungi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto dengan nilai kontrak Rp 2,7 miliar ini kini sudah tampak berdiri dengan ketinggian 45 meter dari permukaan tanah. ”Untuk konstruksinya sudah selesai semua, tinggal cover atau selimut tugunya,” terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto Bambang Mujiono, kemarin (18/11).
Proyek prestise ini ditarget rampung 19 Desember mendatang. Dengan sisa waktu kontrak yang hanya menyisakan 30 hari kalender, Bambang menyebut akan berkomitmen untuk merampungkan pekerjaan sesuai deadline. ”Karena progres sampai sekarang masih positif, sekitar 72 (persen),” tandasnya.
Selain bagian cover, tugu yang memadukan desain Majapahitan dan kemerdekaan RI itu juga menyisakan pekerjaan finishing. Yakni pemasangan ornamen berupa mahkota yang dipasang di puncak tugu. ”Tinggal ornamen itu yang belum terpasang. Nanti akan dipasang mahkota di elevansi 13 dan puncak tugu,” paparnya.
Faktor cuaca memang sempat menjadi kendala terhadap proyek yang dikerjakan CV Whisitama ini. Namun, Bambang menyebut tak sampai berdampak pada terlambatnya progres pekerjaan. ”Tinggal sebulan lagi (masa kontrak) insyaallah bisa selesai,” papar mantan Camat Magersari ini.
Selain tugu, tahun ini terdapat tiga proyek di kawasan Alun-Alun Kota Mojokerto. Di antaranya yang memasuki tahap finishing yakni rehabilitasi saluran dan trotoar yang menyerap anggaran sebesar Rp 2,9 miliar di bawah Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP).
Di sepanjang jalur pedestrian kini terpasang lampu dengan ornamen gaya ukiran Majapahit. Perwajahan landmark Kota Mojokerto itu juga tampil baru dengan keberadaan bangku taman yang akan dipasang mengelilingi alun-alun.
Dua paket lainnya adalah proyek Skywalk Mojopahit yang di-daedline tuntas 26 November ini dengan alokasi Rp 7,9 miliar. Di masa P-APBD 2022 juga ditambah dengan rehabilitasi taman dengan nilai kontrak Rp 199,8 juta. Adanya empat pekerjaan proyek tersebut membuat destinasi wisata kota itu ditutup sementara hingga akhir tahun ini. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah