Salah satu tanaman yang dikembangkan adalah Labu Madu Kali Tlusur atau disebut Lamud Kasur. Buah dari tanaman merambat ini telah sukses dijadikan pilot project di Kampung Kali Tlusur yang berada di Lingkungan Sinoman, Kelurahan Miji. ”Tanaman labu madu sudah ditanam masyarakat di bantaran Kali Tlusur dan hasil panennya juga sangat bagus,” terang Lurah Miji Achmad Chalimi.
Ke depan, tandas Chalimi, Lamud Kasur akan terus dikembangkan dan dijadikan ikon di Kampung Kali Tlusur. Bahkan, wisata berbasis masyarakat itu kini juga mendapat apresiasi dari Pemprov Jawa Timur (Jatim) karena masuk sebagai nominasi kedua dari Relawan Jogo Kali.
Sebagi reward, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jatim menggelar action learning di Kampung Kali Tlusur pada 15-16 November 2022. Selama dua hari, masyarakat Kelurahan Miji dibekali materi dan pelatihan tentang menjaga kebersihan sungai sekaligus pemanfaatan bantaran sungai. ”Karena keberadaan Kampung Kali Tlusur ini memang diawali dengan gerakan masyarakat peduli lingkungan dengan kerja bakti secara serentak membersihkan sungai,” tandas Chalimi.
Berkat gerakan masyarakat tersebut, Kampung Kali Tlusur mendapat bantuan bibit labu madu, komposter, hingga pelatihan produksi makanan olahan pascapanen. ”Karena Kali Tlusur ini sudah ditetapkan sebagai destinasi wisata Kota Mojokerto, maka kami bersama masyarakat akan terus mengembangkannya,” ucapnya.
Tak sekadar sebagai destinasi wisata, keberadaan Kali Tlusur juga diharapkan mampu menunjang perekonomian masyarakat. Terlebih, Lamud Kasur juga bisa diolah sebagai bahan baku tambahan untuk pembuatan aneka makanan dan minuman yang bisa menambah daya tarik di bidang kuliner. ”Jadi, dari labu madu bisa dipakai untuk membuat kue lumpur, pukis, bolu, mi, dan berbagai makanan olahan lain,” imbuhnya.
Di samping labu madu, lahan di bantaran Kali Tlusur seluas kurang lebih 200 meter persegi juga dikembangkan dengan ragam tanaman produktif lainnya. Di antaranya bawang dayak, mangga, dan berbagai buah dan sayur-sayuran lainnya.
Sepanjang aliran Kali Tlusur juga dimanfaatkan untuk budi daya perikanan dengan sistem keramba.
Bahkan, beberapa jenis ikan konsumsi dan ikan hias telah berhasil dinikmati hasil panennya oleh masyarakat. Meliputi nila, tombro, dan ikan koi. ”Karena diawali dari gerakan masyarakat peduli lingkungan, wisata Kampung Kali Tlusur nanti juga kami harapkan bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai,” pungkasnya. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah