Lurah Kedundung Yukhal Mei Irwanto mengungkapkan, Benik Sekeping atau kepanjangan dari Benih Baik Sukseskan Percepatan Penurunan Stunting merupakan inovasi yang digagas sejak 2021. Belum genap dua tahun berjalan, program unggulan ini mampu menekan kasus stunting di Kelurahan Kedundung. ’’Dari awalnya ada 34 anak stunting, setelah kami terapkan Benik Sekeping sekarang sudah turun menjadi 24 anak stunting,’’ terangnya.
Dalam pelaksanaannya, program Benik Sekeping dilakukan dengan berkolaborasi lintas sektor. Di antaranya menggandeng perusahaan-perusahaan yang ada di Kelurahan Kedundung untuk menjadi orang tua asuh bagi anak stunting.
Irwanto mengatakan, para pengusaha juga mengulurkan bantuan dengan memenuhi kebutuhan pangan bagi keluarga balita stunting. ’’Jadi, pengusaha-pengusaha di Kelurahan Kedundung ini menjadi orang tua asuh untuk membantu mengentaskan stunting di sekitar wilayah perusahaannya,’’ papar Irwanto.
Inovasi Benik Sekeping juga ditunjang dengan KWT Guyub Rukun Kelurahan Kedundung. Selain mampu menciptakan ketahanan pangan serta kemandirian warga, keberadaan kelompok tani yang beranggotakan kaum hawa ini juga mendukung pengentasan kasus stunting.
Ketua TP PKK Kelurahan Kedundung Hermin Herawati menambahkan, beragam sayuran bergizi tinggi dihasilkan di KWT yang berada di Lingkungan Balongrawe. Selain dijual, sebagian dari hasil sayuran-sayuran itu juga diberikan secara cuma-cuma kepada keluarga balita stunting. ’’Sayur-sayuran dari KWT kami berikan untuk membantu pemenuhan gizi anak stunting,’’ imbuhnya.
Tak hanya itu, KWT di Kelurahan Kedundung juga berperan untuk ketahanan ekonomi bagi keluarga stunting. Yakni dengan mempekerjakan orang tua perempuan para balita stunting untuk menambah penghasilan mereka.
Bahkan, kelurahan yang terdiri dari 66 rukun tetangga (RT) dan 16 rukun warga (RW) ini didapuk sebagai pilot project oleh TP PKK Provinsi Jatim dalam Gerakan PKK Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (Peduli Stunting).
Melalui program tersebut, dibentuk tim pendamping keluarga yang melakukan pemantauan dan pendampingan secara rutin terhadap pemenuhan gizi keluarga stunting. ’’Misalkan ada yang membutuhkan susu atau vitamin, kami akan segera mengakomodir untuk memenuhinya dengan berkoordinasi puskesmas dan kelurahan,’’ tandas Hermin Herawati. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah