KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot bakal menerapkan skala prioritas bagi pedagang yang akan ditempatkan di Skywalk Mojopahit. Pasalnya, proyek yang digadang-gadang jadi pusat kuliner ala rooftop di kawasan Alun-Alun Kota Mojokerto ini hanya mampu menampung 32 pedagang.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto Ani Wijaya menyatakan, proyek Skywalk Mojopahit yang kini masih dalam tahap pengerjaan memiliki daya tampung 32 stand. Kapasitas tersebut cukup terbatas dibanding keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan alun-alun. ”Saat ini jumlah PKL kurang lebih 80 orang di sekitar alun-alun,” terangnya.
Sehingga, hanya sebagaian PKL yang berkesempatan untuk menempati Skywalk Mojopahit. Karena itu, diskopukmperindag akan menerapkan skala prioritas dalam menentukan jatah tempat bagi pedagang. ”Karena tempatnya terbatas, hanya 32,” bebernya.
Ani menyebut, PKL yang mendapat prioritas adalah pedagang kuliner yang berjualan di Jalan Veteran. Tepatnya yang selama ini menempati bangunan di atas saluran avur Jagalan.
Diskopukmperindag mencatat, terdapat 9 pedagang yang rencana akan direlokasi ke Skywalk Mojopahit. ”Yang kami prioritaskan adalah kios-kios yang ada di atas avur Jagalan, karena itu kan pelanggaran,” imbuhnya.
Sedangkan 23 stand lainnya bakal dibuka untuk PKL di kawasan alun-alun lainnya. Itu pun masih tetap dilakukan penyaringan dengan memprioritaskan bagi pedagang makanan dan minuman tertentu. ”Sepanjang PKL-nya punya potensi nanti akan kami pertimbangkan,” imbunya.
Beberapa stand pada proyek yang digelotor anggaran Rp 7,9 miliar dari APBD 2022 ini juga akan ditawarkan kepada pelaku usaha kuliner lainnya. Sebab, ungkap Ani, Skywalk Mojopahit yang rencana mulai dioperasionalkan di awal 2024 akan diterapkan sistem sewa. ”Otomatis pedagang di situ (Skywalk Mojopahit) nanti bayar sewa yang menjadi sumber PAD,” papar dia.
Terkait PKL lainnya, mantan Kabag Umum Setdakot Mojokerto ini menyebut bakal melakukan penataan dengan memanfaatkan lahan di sekitar alun-alun. Di antaranya di bekas lahan bioskop di Jalan Mojopahit utara. Halaman seluas 3.000 meter persegi itu rencana dijadikan tempat parkir sekaligus mengakomodir pedagang. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah