Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Henny Muji dan Ronda Agung, Ubah Rawa Kali Tlusur jadi Agrowisata

Fendy Hermansyah • Jumat, 28 Oktober 2022 | 14:40 WIB
BERNILAI EKONOMIS: Henny dan Ronda menunjukkan kebuh labu madu di Kampung Kali Tlusur, Lingkungan Sinoman, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, kemarin.
BERNILAI EKONOMIS: Henny dan Ronda menunjukkan kebuh labu madu di Kampung Kali Tlusur, Lingkungan Sinoman, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, kemarin.
TIGA tahun lalu, Kali Tlusur di Lingkungan Sinoman, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, masih tampak begitu kumuh. Hanya sungai yang penuh sampah dan dikelilingi rawa-rawa yang terkenal wingit. Kepedulian para pemuda lah yang kemudian mengubah citra Kali Tlusur. Kini, kawasan padat permukiman ini menjadi wisata air dan tempat budidaya berbagai tamanan bernilai ekonomis bagi warga.

Henny Muji Haryono terkenang bagaimana dia kecil dan teman-teman sebayanya asyik bermain air di Kali Tlusur. Sungai yang melintasi Lingkungan Sinoman Gang 8 itu baru disadarinya sudah berubah drastis ketika dia tumbuh dewasa. Alirannya berubah jadi dangkal, penuh sampah rumah tangga, dan kotor. Prihatin atas kondisi tersebut, dia mulai menggerakkan warga untuk mengembalikan Kali Tlusur kewujud ’’aslinya’’.

’’Bondo bismillah. Awalnya kita gaungkan ke masyarakat dulu untuk peduli lingkungan. Alhamdulillah banyak yang respons positif,’’ tutur Henny mengalami perbincangan, kemarin (27/10). Dia ingat betul, kala itu, 1 September 2019, ratusan orang ikut kerja bakti massal di Kali Tlusur. Mereka berasal dari berbagai kelompok kepemudaan hingga komunitas.

Gerakan bersih-bersih sungai itu rupanya menjadi awal muda transformasi kawasan Kali Tlusur. Dari situ, warga mulai dilarang membuang sampah sembarang. Mengubah kebiasaan itu diakuinya tak mudah. ’’Saya mengajukan proposal ke pemkot untuk jamban sehat. Di tahun ini kita juga ada IPAL komunal untuk warga di sini. Jadi tidak lagi membuang limbah rumah tangga apapun ke sungai,’’ jelas pria 45 tahun ini.

Gunungan sampah rumah tangga yang bertahun-tahun menjadi ’’ikon’’ tepi sungai pelan demi pelan juga hilang. Tumpukan sampah ini dikeruk dengan alat berat dan kini warga sudah tertib membuang sampah melalui kerja sama dengan kelurahan dan dinas terkait. Sungai yang bersih juga diisi dengan berbagai bibit ikan bernilai ekomonis bagi warga.

Niat yang awalnya hanya mengembalikan sungai kembali bersih dan bisa dipakai mandi anak-anak itu kelak berlanjut ke misi yang lebih besar. Pergantian wajah Kali Tlusur kemudian merambah ke rawa-rawa tepi sungai yang penuh sampah dan rerimbunan pohon bambu. ’’Dulu rimbun dan seram banget. Lebih cocok dibilang tempat uji nyali,’’ kelakar Ronda Agung Setiawan, Ketua RT 02/01 Lingkungan Sinoman.

Kini, kawasan tepi sungai itu telah menjadi area terbuka. Di sana, anak-anak bisa bermain bebas. Ada satu bangunan gazebo tempat berkumpul warga, berbagai jenis tanaman buah, serta kebun kecil tempat budidaya labu madu. Paket sungai dan kawasan terbuka itu kini disebut sebagai Wisata Kampung Kali Tlusur.

’’Awalnya dulu hanya ditamani bunga semua, terus ganti sayur-sayuran, sekarang ada buah juga. Ke depan kita akan buka tempat pembibitan semacam green house,’’ lanjut Henny yang didaulat sebagai Koordinator Wisata Kali Tlusur. Saat ini, yang sedang dikembangkan yakni budidaya labu madu. Jenis labu yang masih jarang dan harganya mahal itu dirintis sejak beberapa bulan lalu dan sudah berkali-kali panen.

Seluruh hasil budidaya itu digunakan untuk kebutuhan operasional dan dimanfaatkan oleh warga. Melalui pengembangan di bidang pertanian yang terus dilakukan, gerakan swadaya ini semakin berdampak positif terhadap ekomoni warga setempat. ’’Labu madu ini bisa diolah jadi berbagai makanan dan harganya ratusan ribu per kilogram,’’ imbuh dia.

Pengembangan wisata air dan agrowisata tersebut tak lepas dari kelompok pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Kelurahan Miji. Mereka turut terlibat sejak awal hingga Wisata Kali Tlusur berkembang saat ini. ’’Untuk memperkenalkan Kali Tlusur sebagai wisata, karang taruna juga sering melakukan event di sini,’’ ungkap Suca, 32, Ketua Karang Taruna Kelurahan Miji. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#pemuda #ubah #kali tlusur #Sumpah #jadi #agrowisata #rawa