Selama ini ada berbagai TTG yang dibuat. Mulai dari rajang kripik, giling bumbu, mixer adonan, mesin pertanian dan peternakan, hingga container booth. Termasuk, mesin pemeras santan dan roasting lengkap dengan alat cooling down-nya. ’’Dari berbagai TTG yang kami buat, yang paling laris pemeras santan dan roasting. Produk itu memang jadi andalan,’’ ungkap pria lulusan SMA ini.
Benar saja, minggu ini saja dia harus menyelesaikan 20 pesanan dari konsumen berbagai daerah. Masing-masing dari Kalimantan 10 unit pemeras santan, 6 unit mesin roasting dari Makasar serta 4 unit ibu kota Jakarta. ’’Dikirim minggu depan, makanya ini kita lagi proses produksi,’’ tegasnya.
Mesin-mesin itu dibikin di bengkel sederhana di desa tempat tinggalnya, Dusun Geneng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Setiap hari, mulai pagi hingga sore Anwar bersama dengan delapan pekerjanya membuat berbagai alat TTG tersebut. Mereka punya keahlian masing-masing. Mulai memotong, mengelas, dan membubut besi untuk pelengkap peralatan. Harganya pun bersaing dan tak menguras kantong.
Untuk mesin kapasitas 5 kg kopi, dia banderol Rp 5 juta. Pun demikian dengan peras santan dengan kapasitas 30-70 kg/jam dia jual Rp 7 juta. ’’Harga ini kalau dibandingkan di pasaran pada umumnya lebih murah. Sedangkan kualitas sama,’’ tuturnya.
Kendati begitu, bapak satu anak ini mengaku, proses ini tak semuda membalikkan telapak tangan. Bahkan, di awal produksi dia tak punya modal. Sehingga tiap customer yang pesan harus membayar uang muka terlebih dulu. ’’Di awal-awal dahulu DP 50 persen dari harga barang, baru kita kerjakan. Dan DP itu sudah jadi mesin. Kalau modal awal ya hanya alat mesin las dan gerinda selebihnya, ya, skill,’’ bebernya.
Mesin berteknologi modern buatannya ini tak kalah dengan produk pabrikan. Terbukti, makin ke sini orderan terus mengalir. Menjamurnya kedai kopi memang jadi peluang tersendiri. Baik dari pelaku UMKM, distributor, hingga sektor pemerintah dari luar daerah. Konsumen produk Anwar datang dari berbagai belahan nusantara. Tak terkecuali dari Timor Leste.
Kini omzetnya capai ratusan juta tiap bulannya. ’’Jika orderan ramai omzet bisa diangka Rp 200 juta. Dan Alhamdulillah, untuk bulan depan, juga sudah ada indent 50 unit-an dari distributor dari Surabaya. Ada mesin penepung 40 unit dan juga roasting kopi 10 unit,’’ ujarnya merinci pesanan. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah