Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kebakaran Lahan Akibat Faktor Manusia

Fendy Hermansyah • Minggu, 2 Oktober 2022 | 00:37 WIB
DIPADAMKAM: Petugas Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto tengah memadamkan kebakaran di wilayah Bangsal beberapa waktu lalu.
DIPADAMKAM: Petugas Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto tengah memadamkan kebakaran di wilayah Bangsal beberapa waktu lalu.
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Sepanjang bulan Agustus-September terjadi 24 insiden kebakaran lahan di Kabupaten Mojokerto. BPBD menyebut, selain disebabkan puncak musim kemarau, peristiwa kebakaran didominasi oleh faktor kelalaian manusia.

BPBD Kabupaten Mojokerto mencatat, sepanjang bulan Agustus setidaknya terjadi sembilan peristiwa kebakaran lahan. Mulai lahan tebu maupun ilalang. Sedangkan sepanjang Oktober, terjadi 15 peristiwa kebakaran lahan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat menerangkan, puluhan peristiwa kebakaran lahan tersebut tidak terkait langsung puncak musim kemarau belakangan ini. Meski terjadi peningkatan suhu maksimal di Kabupaten Mojokerto yang dinilai tidak signifikan. Yakni sebelumnya dikisaran 33-34 derajat celsius menjadi 35-36 derajat celsius.

’’Pemicu kebakaran lahan bukan karena peningkatan suhu atau faktor alam,"’’ ungkapnya. Meski meningkatnya suhu membuat tanaman mengering dan mudah terbakar, lanjut Djoko, ada faktor lain pemicu kebakaran lahan. Yakni faktor manusia. Menurutnya, mayoritas kebakaran lahan itu dipicu kelalaian masyarakat yang beraktivitas dengan memantik api di sekitar lokasi.

’’Bukan karena faktor alam. Justru, masyarakat ini bakar-bakar di sekitar lahan yang kemudian ditinggal sebelum dipastikan apinya benar-benar mati. Walaupun mereka saat itu tidak bermaksud menyalakan api dan ditinggal,’’ bebernya. Lantaran tidak jauh dari tanaman kering yang mudah terbakar, api dengan mudah merembet dan memicu kebakaran lahan.

Menurut Djoko, kelalaian manusia juga memicu kebakaran di kawasan permukiman. Selain kobakaran api yang dipicu korsleting oada instalasi listrik. ’’Kebakaran rumah juga begitu. Seringkali karena lupa mematikan kompor setelah masak,’’ ucapnya.

Tak hanya gencar melakukan sosialiasasi antisipasi kebakaran, BPBD berupaya menjaga kesiapsiagaan potensi bencana di musim kemarau dengan adanya Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). ’’Kami mengimbau agar masyarakat tidak sembarangan bakar-bakar sampah atau memantik api di dekat bahan yang mudah terbakar. Karena saat ada api di dekat bahan mudah terbakar, itu bisa menjalar dengan cepat," imbau Djoko. (vad/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#bpbd mojokerto #kebakaran lahan