Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto menjadi pengampu proyek fisik terbanyak di APBD tahun anggaran 2022. Organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut menaungi 40 paket atau 52,6 persen dari total 76 paket lelang tahun ini.
Kepala DPUPRPRKP Kota Mojokerto Mashudi menyebutkan, memasuki pengujung triwulan III 2022 ini, sebanyak 40 paket pekerjaan konstruksi telah diproses lelang. ”Sebagian besar sudah berkontrak dan proses pelaksanaan pekerjaan,” jelasnya.
Hingga kini, terdapat 25 paket proyek yang sedang dalam tahap pekerjaan. Salah satunya adalah peningkatan Jalan Empunala dengan nilai kontrak Rp 101,4 miliar. Sejak berkontrak 23 Maret lalu, megaproyek yang bersumber dari dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ini ditarget rampung selama 283 hari kalender atau paling lambat 30 Desember.
Per Sabtu (3/9), progres pekerjaan yang kini menyentuh pemasangan box culvert di saluran sepanjang sekitar 2 kilometer (Km) ini telah terealisasi 48,41 persen. Cakupan tersebut, kata Mashudi, mengalami progres positif 10,32 persen dari rencana kumulatif 38,08 persen. ”Artinya masih on progres, karena sampai sekarang positif,” paparnya.
Menurutnya, kondisi tak jauh berbeda juga terpantau di puluhan proyek lainnya yang masih tahap pekerjaan. Karena itu, dia mengaku optimistis realisasi proyek konstruksi tahun ini tidak ada yang meleset dari target. ”Rata-rata tahun ini tidak ada yang minus. Sehingga tidak ada indikasi keterlambatan, apalagi yang berpotensi sampai putus kontrak,” papar dia.
Terlebih, terdapat beberapa pekerjaan fisik juga telah terselesaikan 100 persen. Mashudi menyebut, antara lain proyek pembangunan masjid di Rest Area Gunung Gedangan dengan nilai kontrak Rp 1,1 miliar; pembangunan Kantor Kelurahan JagalanRp 2,3 miliar; peningkatan Jalan LC Meri-Jayanegara Rp 1,7 miliar; peningkatan Jalan TPA Balongcangkring Rp 1,8 miliar; dan pembangunan jembatan di Kelurahan Miji Rp 557 juta.
Kendati demikian, masih terdapat 11 paket lelang yang masih dalam proses surat penunjukan penyedia barang/jasa (SPPBJ) per 1 September lalu. Di antaranya paket proyek pembangunan gedung di Lingkungan Kedundung; pembangunan gapura lingkungan di Kelurahan Wates; serta perluasan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kecamatan Kranggan.
Selain itu, status tersebut juga dialami paket pembangunan rumah pompa Kelurahan Mentikan dan Kelurahan Gedongan; pembangunan pembangunan tutup saluran di Jalan Benteng Pancasila; dan lima paket proyek pembangunan saluran air. Masing-masing di Kelurahan Miji, Gunung Gedangan, Kranggan, Pulorejo, serta Kelurahan Kedundung.
Namun, Mashudi menyebut, paket-paket proyek tersebut dalam waktu dekat akan digulirkan karena sudah ditetapkan pemenang lelang. Dengan sisa waktu yang ada, pihaknya juga mengklaim masih mencukupi untuk pelaksanaan. ”Sekarang sudah proses menuju ke kontrak. Dan rata-rata pekerjaannya paling lama 90 hari, jadi waktunya masih mencukupi,” imbuhnya.
Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) juga menjadi OPD yang banyak membawahi pekerjaan fisik di tahun ini. Setidaknya, terdapat 19 paket pekerjaan rehabilitasi dan pembangunan gedung sekolah mulai dari jenjang TK sampai dengan SMP negeri.
Kepala Dinas P dan K Amin Wachid menyebutkan, belasan paket proyek tersebut juga telah rampung proses tender. Sebagian sudah rampung dikerjaan, tinggal beberapa yang sedang memasuki tahap penyelesaian. ”Ada yang sudah tinggal proses finishing saja,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto Bambang Mujiono juga memastikan bahwa proyek lanjutan tugu alun-alun dengan nilai Rp 2,7 miliar akan tuntas sebelum pergantian tahun ini. Pasalnya, sejak berkontrak 12 Juli lalu, proyek yang di-deadline tuntas pertengahan Desember telah menunjukkan perkembangan cukup signifikan.
Sebab, dari target pelaksanaan 15,23 persen per minggu kemarin, progres pekerjaan fisik sudah mampu mencapai 21,21 persen per 28 Agustus lalu. ”Alhamdulillah, trennya masih positif. Senin besok (hari ini, Red) ada peningkatan proges lagi dari pekerjaan seminggu terakhir,” tandas Bambang. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah