Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pelaksanaan Tes PPPK Masih Buram

Fendy Hermansyah • Selasa, 30 Agustus 2022 | 22:26 WIB
Ilustrasi PPPK. (dok JawaPos.com)
Ilustrasi PPPK. (dok JawaPos.com)
Cabdindik Diminta Pendataan Guru Honorer

MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pelaksanaan tes pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap tiga diprediksi berlangsung Oktober nanti. Namun, hingga kini formasi yang dibuka masih belum diketahui. Pihak Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) diminta untuk segera melakukan pendataan pada pegawai honorer yang bakal mengikuti tes tersebut.

Kepala Cabdindik Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto Trisilo Budi Prasetyo mengatakan, sesuai rencana dari pusat, tes seleksi PPPK tahap tiga akan digelar Oktober mendatang. Namun, pihaknya hingga kini belum mengetahui jumlah formasi yang dibuka.

Kendati demikian, masing-masing Cabdindik diminta untuk mendata guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) yang akan mengikuti seleksi PPPK. ’’Nanti formasinya yang menentukan langsung dari Menpan RB. Imbauannya dari pusat dan provinsi, masing-masing Cabdindik wajib melakukan pendataan GTT/PTT yang akan ikut seleksi,’’ ujarnya.

Trisilo menuturkan, pendataan ini dibatasi hingga akhir September nanti. Semua sekolah negeri di bawah naungan Cabdindik berhak menyetorkan data honorer yang akan ikut dalam pelaksanaan tes PPPK. ’’Setelah pendataan mungkin baru bisa menentukan formasinya. Karena jadwal pelaksanaannya Oktober kapan, kita juga belum tahu,’’ ucap dia.

Lebih lanjut, mantan Kepala Cabdindik Wilayah Kabupaten Jombang ini menuturkan sebelumnya, tes seleksi PPPK tahap pertama dan kedua sudah dilaksanakan tahun lalu. Perbedaannya, lanjut dia, di tahap kedua lalu, guru sekolah swasta yang masih berstatus honorer juga diperbolehkan ikut.

Asalkan, harus mengantongi sertifikat kependidikan. Sedang di tahap ketiga ini, kriteria honorer yang bisa mengikuti seleksi yakni dengan kriteria GTT/PTT di sekolah negeri saja. Itupun harus dengan masa kerja kerja minimal dua tahun. ’’Semoga nanti dengan adanya pelaksanaan seleksi ini, masalah pemerataan guru bisa segera terselesaikan,’’ ungkapnya.

Perlu diketahui, untuk jumlah tenaga honorer di Mojokerto tercatat masih ada 558 orang. Rincinya, untuk di SMA/SMK kota masih ada sebanyak 85 orang. Lalu, di kabupaten tercatat 473 orang masih berstatus honorer di SMA/SMK maupun SLB. Ratusan honorer ini terdiri dari GTT maupun PTT. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #tes pppk kota mojokerto #Sekolah Soekarno Kecil #kota onde-onde #citayam fashion week #Mojopahit #citayam #trawas #pacet #sekolah ongko loro #masa kecil soekarno #Soekarno di Mojokerto #wisata mojokerto #Kota Mojokerto #mojokerto #tes pppk kabupaten mojokerto #trowulan #onde-onde