Kabid Pemeliharaan Jembatan dan Jalan DPUPR Kabupaten Mojokerto Henri Surya mengatakan, sepanjang 800 meter jalan penghubung Pacet-Trawas tersebut bakal dibeton. Ruas jalan juga diperlebar menjadi 6 meter yang semula hanya selebar 4 meter.
’’Pengerjaan ini kami lakukan karena banyak keluhan dari masyarakat. Terutama terkait jalan yang sempit hingga membuat rawan kecelakaan. Karena di situ memang banyak tikungan,’’ ungkapnya.
Dikatakannya, pengerjaan proyek infrastruktur di antara tebing dan jurang itu tetap mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar. Sebab, tebing di sepanjang jalur alternatif Pacet-Trawas rawan terjadi longsor. Terutama saat musim penghujan tiba. Sejauh ini belum ada konstruksi penahan tebing yang dibangun di sepanjang jalur tersebut. ’’Kami manfaatkan kondisi existing saja. Kami merapikan tepinya saja tidak banyak mengurangi tebing. Di situ kami lakukan pengerasan berem (pembatas jalan) juga,’’ ungkapnya.
Proyek senilai Rp 2,7 miliar yang dimenangkan CV Maha Putra Mulia itu ditargetkan rampung akhir tahun nanti. Pengguna jalan tidak perlu khawatir. Selama pengerjaan, kontraktor asal Kabupaten Lamongan itu masih menyisakan ruang bagi lalu lintas umum di lokasi. ’’Selama pengerjaan, masih bisa dilalui buat kendaraan umum. Namun, memang harus mengurangi kecepatan dan bergantian,’’ ucapnya.
Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat mengatakan, jalur penghubung Pacet-Trawas tersebut masuk zona rawan longsor. Itu terbukti dengan terpasangnya sejumlah rambu rawan longsor di jalur dengan panjang lebih dari 1 km tersebut.
’’Jalan Pacet-Trawas di wilayah Desa Cembor juga rawan longsor. Di situ sudah ada rambunya. Namun, yang urgensi tinggi untuk dibangun plengsengan ada di Dusun Mligi, Desa Claket, yang masih satu jalur. Karena awal tahun ini di situ terjadi longsor berulang kali,’’ sebutnya seraya menambahkan target rampung proyek pada 8 Desember mendatang. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah