Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Yayasan Permata Mojokerto Meriahkan Karnaval, Usung Kolaborasi Budaya

Fendy Hermansyah • Minggu, 21 Agustus 2022 | 13:43 WIB
UNIK: Siswa SMPIT Permata Kota Mojokerto antusias mengikuti parade sepeda hias dengan mengusung tema kearifan lokal yakni Gatotkaca dalam karnaval peringatan HUT RI ke-77 Kota Mojokerto.
UNIK: Siswa SMPIT Permata Kota Mojokerto antusias mengikuti parade sepeda hias dengan mengusung tema kearifan lokal yakni Gatotkaca dalam karnaval peringatan HUT RI ke-77 Kota Mojokerto.
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Kembalinya gelaran karnaval peringatan HUT RI ke-77 Kota Mojokerto turut dimeriahkan oleh Yayasan Permata Mojokerto. Pasca dihantam dua tahun pandemi, event karnaval ini menjadi momen kebangkitan semangat dan budaya yang dibawakan oleh siswa SDIT-SMPIT Permata Kota Mojokerto.

Humas Yayasan Permata Mojokerto Chusnul Chotimah mengatakan, lembaga SDIT dan SMPIT Permata menjadi peserta sepeda hias dalam karnaval peringatan HUT ke-77 RI Kota Mojokerto. Total peserta yang ikut dalam satu lembaga ada 15 orang. ’’SDIT dan SMPIT menjadi salah satu tim sepeda hias yang berpartisipasi dalam karnaval tahun ini,’’ ujarnya.
Sebelum berangkat, tim SDIT maupun SMPIT Permata Kota Mojokerto menyanyikan yel-yel semangat terlebih dahulu.

Chusnul mengatakan, tema yang diangkat dalam parade sepeda hias oleh SDIT dan SMPIT Permata memiliki konsep berbeda. Untuk SDIT Permata, konsep yang diusung yakni menampilkan generasi cinta Alquran yang membangkitkan sejarah Majapahit. Sedangkan untuk SMPIT Permata, yakni dengan menampilkan konsep Gatotkaca.

’’Filosofinya, gatotkaca sebagai sosok yang terkenal dengan julukan otot kawat tulang besi. Sekaligus menampilkan gatot kaca yag mampu terbang di angkasa tanpa menggunakan sayap. Ini dengan harapan, ketika kita kuat banyak kebaikan yang bisa dilakukan,’’ terangnya.

Masih kata Chusnul, tentunya tema yang diangkat tetap mengandung kombinasi budaya. Yakni gabungan dari sejarah zaman dulu dan dipadupadankan dengan situasi saat ini. ’’Kita kombinasikan sebagai kearifan lokal. Yang penting itu tidak lepas dari budaya berkebhinekaan global sebagai perwujudan perayaan kemerdekaan tahun ini,’’ pungkasnya.

Titik start pelaksanaan karnaval itu dimulai dari Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Mojokerto, kemudian melewati Jalan Tri Buana Tungga Dewi, Jalan Brawijaya, dan berakhir di depan Rumah Rakyat Kota Mojokerto, Jalan Hayam Wuruk. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Sekolah Soekarno Kecil #sdit permata kota mojokerto #kota onde-onde #citayam fashion week #Mojopahit #citayam #trawas #pacet #sekolah ongko loro #karnaval pitulasan #masa kecil soekarno #Soekarno di Mojokerto #wisata mojokerto #SMPIT Permata Kota Mojokerto #Kota Mojokerto #mojokerto #yayasan permata #trowulan #onde-onde