Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tiga Desa Kekeringan, Ribuan Jiwa Terdampak, Ajukan Dropping Air Bersih

Fendy Hermansyah • Kamis, 18 Agustus 2022 | 14:52 WIB
dok kekeringan. (JawaPos.com)
dok kekeringan. (JawaPos.com)
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Krisis air bersih masih menyelimuti wilayah di Kabupaten Mojokerto. Setidaknya, di musim kemarau ini ada tiga desa yang tersebar di dua kecamatan alami kekeringan. Akibatnya, 4.608 jiwa dari 1.536 KK terdampak kebutuhan vital ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Yo'ie Afrida Soesetyo Djati mengatakan, memasuki musim kemarauk, persoalan kekurangan air bersih di beberapa desa masih menjadi atensi. Selain memang tak ada sumber air, pasokan air dari tadah hujan yang diandalkan juga sudah menipis. ’’Terpetakan sekarang ada tiga desa di dua kecamatan yang terdeteksi kekurangan air bersih di musim kemarau,’’ ungkapnya, kemarin.

Dari tiga desa yang kekurangan air bersih, Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro paling banyak warga terdampak dengan total 2.142 warga. Masing-masing tersebar di Dusun Buluresik dengan 1.281 jiwa dari 427 KK dan di Dusun Manggunggajah sebanyak 861 jiwa dari 287 KK. Disusul Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro dengan total 1.635 warga yang terdampak. Masing-masing tersebar di Dusun Kandangan 1.050 warga dari 350 KK dan Dusun Kunjorowesi 585 warga dari 195 KK.

Selanjutnya, kekeringan juga terjadi di Dusun/Desa Duyung, Kecamatan Trawas dengan warga yang terdampak 831 jiwa dari 277 KK. ’’Ketiga desa juga sudah mulai ajukan surat ke kami untuk dilakukan dropping air untuk bisa mencukupi kebutuhan MCK (mandi cuci kakus) sehari-hari,’’ ungkapnya, kemarin.

Sebagai tindak lanjut, BPBD tahun ini sudah mengalokasikan anggaran dalam penanganan kekeringan ini sebesar Rp 199,500 juta. Ploting ini sedianya sebagai modal gerak cepat BPBD melakukan penanganan kekeringan ke tiga desa yang terdampak dengan cara dropping air bersih. ’’Sebenarnya minggu ini kita sudah gerak, tapi karena harus melakukan penyesuaian administrasi terkait tarif BBM, akhirnya mundur. Paling cepat minggu depan sudah kita akan melakukan dropping air bersih ke desa yang terdampak,’’ paparnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat menambahkan, meski kabupaten masih ada desa yang terdampak kekeringan di tengah musim kemarau sekarang, sesuai data BPBD angka itu menurun dibanding tahun lalu. ’’Desa yang alami krisis air menurun, dari sebelumnya lima desa, tahun ini hanya tiga desa,’’ ungkapnya.

Dua desa yang tahun ini bebas dari kekeringan, masing-masing Desa Watonmasjedong, dan Desa Kutogirang. Kedua desa ini persoalan tahunan itu sudah terpecahkan. Masing-masing, pengeboran air untuk di Kutogirang, dan kersama dengan desa tetangga untuk suplai air bersih untuk di Watonmasjedong. ’’Jadi tahun ini tidak ada masalah lagi. Dua desa ini tidak ada pengajuan dropping air bersih lagi,’’ tegasnya.

Berbeda dengan tiga desa lainnya. Hingga sekarang, masih perlu penanggulangan serius pemda. Baik penanganan jangka pendek atau pun jangka panjang. Berbagai faktor, memang masih menjadi pemicu kekurangan air. Di antara penyebab paling klasik tak lain tidak adanya sumber mata air di desa tersebut. Sehingga selama ini, mereka mengandalkan air tadah hujan saat musim penghujan.

Sementara itu, saat kemarau, mereka kembali kekurangan air bersih. ’’Sebenarnya tahun lalu sudah ada pemecahan, salah satunya melalui pipanisasi. Tapi karena suplai dan debit airnya menurun, akhirnya tidak cukup untuk penuhin kebutuhan,’’ tuturnya.

Hingga akhirnya, dropping air kembali menjadi solusi jangka pendek dalam mencukupi kebutuhan vital di musim kemarau ini. ’’Sesuai rancangan kita, sehari kita dropping 10 tangki dengan kapasitas 4.000 liter per tangki ke tiga desa itu,’’ tegasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #tiga desa kekeringan #Majapahit #Sekolah Soekarno Kecil #kota onde-onde #citayam fashion week #Mojopahit #citayam #trawas #pacet #sekolah ongko loro #kekeringan mojokerto #masa kecil soekarno #Soekarno di Mojokerto #wisata mojokerto #Kota Mojokerto #mojokerto #trowulan #onde-onde