Kabid Kesehatan Hewan Disperta Kabupaten Mojokerto drh Agoes Hardjito mengatakan, sebanyak 18.300 dosis vaksin PMK tahan kedua telah diterima akhir Juli lalu. Dari jumlah tersebut, 9.300 dosis di antaranya digunakan untuk revaksinasi. Yakni vaksinasi ke dua bagi hewan yang telah menerima vaksin pertama. ”Yang sisanya, 9.000 dosis untuk sapi baru yang sama sekali belum divaksin,” terangnya, kemarin (9/8).
Agoes menyebut, proses vaksinasi masih berlanjut. Penyuntikan pun dilakukan setiap hari. Hingga kini, total sebanyak 16.376 dosis vaksin tahap dua telah disuntikkan. Pemberian vaksin, lanjut dia, diprioritaskan terhadap hewan ternak yang belum pernah terjangkit PMK. Sasaran itu meliputi ternak sapi dan ternak kambing. ”Kadang ada kambing dan sapi yang dijadikan satu kandang, sehingga kita vaksin semua,” imbuhnya.
Dengan asumsi seluruh vaksin yang disalurkan pada tahap kedua ini nantinya tuntas, total terdapat sekitar 27.600 hewan ternak di Kabupaten Mojokerto yang telah tervaksin. Jumlah tersebut ditambah dengan 9.300 dosis vaksin yang sudah lebih dulu disalurkan dan disuntikkan pada Juni silam.
Menurut Agoes, proses vaksinasi bakal terus berlanjut hingga seluruh ternak sapi maupun kambing tervaksin. Sejauh ini, dari sekitar 51.000 populasi ternak sapi yang menjadi sasaran, baru sekitar 40 persen yang divaksin. ”Rencanannya ada dropping lagi dari pusat. Karena kita kan juga belum 100 persen, kalau targetnya semua sapi tervaksin,” tandasnya.
Pihaknya mengkalim, pemberian vaksin berdampak besar terhadap pencegahan kasus PMK. Jumlah sapi yang terjangkit penyakit menular tersebut dapat dikendalikan. ”Sekarang sudah lumayan terkendali, apalagi dengan pemberian vaksin ini,” ujarnya. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah