Kali pertama, warga mendapati kepulan asap membumbung diatas ruko milik Toha sekitar pukul 08.00 Jumat (5/8). Warga lantas melaporkan ke perangkat desa setempat untuk diteruskan ke Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto. "Kami menerima laporan tersebut sekitar pukul 08.00. Satu unit damkar kami terjunkan ke lokasi," ujar Komandan Regu Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto Akhmad Yani.
Tidak butuh waktu lama petugas tiba ke lokasi. Sebab, tempat kejadian tidak jauh dari Pos Damkar Mojosari. Titik api yang ada di dalam kamar sempat menghambat petugas. Sebab, petugas mesti mendobrak pintu ruko yang terkunci. "Ruko dalam kondisi kosong dan terkunci. Waktu kejadian, pemiliknya sedang keluar. Jadi kita harus dobrak pintunya biar bisa masuk," terangnya.
Petugas langsung melakukan pemadaman pada kamar seluas 3x4 meter tersebut. Api dinyatakan padam usai petugas berjibaku selama satu jam lamanya. "Sekitar pukul 09.00 api dipadamkan setelah dilakukan pembasahan," sebutnya. Kebakaran tidak sampai memakan korban. Kerugian meterial ditaksir mencapai Rp 5 juta.
Diduga, kebakaran tersebut dipicu korsleting listrik laptop yang ditinggal pemiliknya dalam kondisi dicas. Hanya saja, petugas belum bisa memastikan terkait adanya ledakan pada perangkat elektronik itu sebelum terjadi kebakaran. "Laptopnya dicas dan ditaruh dikasur. Ketika korslet itu api langsung membakar kasur. Jadi, memang karena kelalaian manusia," ungkapnya.
Pihaknya mengimbau, agar masyarakat selalu waspada akan potensi kebakaran yang dipicu korsleting listrik. "Sebaiknya sebelum meninggalkan rumah kita periksa dahulu. Barang elektronik yang menyala atau terhubung ke stop kontak, untuk dimatikan dan dicabut. Lebih baik lagi kalau memilih alat instalasi listrik yang terstandar SNI," tandas Yani. (vad/fen) Editor : Fendy Hermansyah