Kegiatan pembersihan sampah liar itu dilakukan seminggu sekali. Jumat (29/7) pagi. Tim yang beranggotakan puluhan orang tersebut mengangkut sampah yang menumpuk di tepi sungai Jalan Raya Meri, Kecamatan Kranggan. ”Kita punya Tim Saber Sali (Sapu Bersih Sampah Liar) yang kita gencarkan untuk membersihkan sampah liar,” ujar Kabid Kebersihan DLH Kota Mojokerto Erijanto Mukti Wibowo.
Mayoritas sampah yang diangkut kemarin merupakan jenis plastik rumah tangga. Kawasan perbatasan itu menjadi tempat membuang sampah secara sembarangan secara terus-menerus sehingga menggunung. ”Biasanya yang banyak memang di perbatasan yang jauh dari TPA. Jadi sambil lewat sekalian buang sampah,” bebernya.
Dari lokasi yang berbatasan dengan Kecamatan Puri tersebut, sampah sebanyak setengah truk diangkut. Sampah-sampah itu langsung dibuang ke TPA Randegan. Menurut Eri, tumpukan sampah liar memang banyak ditemukan di kawasan perbatasan kota dan kabupaten. Selain di Kelurahan Meri, pihaknya juga kerap mengangkut sampah dari kawasan pinggiran Jalan Myjen Sungkono yang berbatasan dengan Kecamatan Mojoanyar.
Tak hanya mencemari lingkungan, keberadaan tempat pembuangan sampah liar ini memicu aroma tak sedap. Kendati sudah rutin dibersihkan namun lokasi yang sama kerap kembali ditemukan tumpukan sampah. Untuk itu, di samping melakukan pembersihan, pihaknya juga memasang papan peringatan di area bekas tumpukan sampah.
Larangan membuang sampah itu disertai ancaman denda serta pidana bagi yang masih bandel. ”Kita juga upayakan untuk memebri edukasi kepada masyarakat supaya tidak membuang sampah di situ. Karena di sana juga sudah ada tempat semestinya,” tandasnya. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah