Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sehari Angkut Setengah Truk, Sampah Liar Marak di Pinggiran Kota

Fendy Hermansyah • Senin, 1 Agustus 2022 | 19:44 WIB
PEMBERSIHAN: Petugas DLH Kota Mojokerto mengangkut sampah liar yang dibuang di tepi Jalan Raya Meri, Kecamatan Kranggan, kemarin.
PEMBERSIHAN: Petugas DLH Kota Mojokerto mengangkut sampah liar yang dibuang di tepi Jalan Raya Meri, Kecamatan Kranggan, kemarin.
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kawasan pinggiran Kota Mojokerto marak jadi tempat pembuangan sampah liar. Dinas lingkungan hidup (DLH) sampai membentuk tim khusus untuk melakukan pembersihan rutin. Dalam sehari, setidaknya setengah truk sampah bisa diangkut.

Kegiatan pembersihan sampah liar itu dilakukan seminggu sekali. Jumat (29/7) pagi. Tim yang beranggotakan puluhan orang tersebut mengangkut sampah yang menumpuk di tepi sungai Jalan Raya Meri, Kecamatan Kranggan. ”Kita punya Tim Saber Sali (Sapu Bersih Sampah Liar) yang kita gencarkan untuk membersihkan sampah liar,” ujar Kabid Kebersihan DLH Kota Mojokerto Erijanto Mukti Wibowo.

Mayoritas sampah yang diangkut kemarin merupakan jenis plastik rumah tangga. Kawasan perbatasan itu menjadi tempat membuang sampah secara sembarangan secara terus-menerus sehingga menggunung. ”Biasanya yang banyak memang di perbatasan yang jauh dari TPA. Jadi sambil lewat sekalian buang sampah,” bebernya.

Dari lokasi yang berbatasan dengan Kecamatan Puri tersebut, sampah sebanyak setengah truk diangkut. Sampah-sampah itu langsung dibuang ke TPA Randegan. Menurut Eri, tumpukan sampah liar memang banyak ditemukan di kawasan perbatasan kota dan kabupaten. Selain di Kelurahan Meri, pihaknya juga kerap mengangkut sampah dari kawasan pinggiran Jalan Myjen Sungkono yang berbatasan dengan Kecamatan Mojoanyar.

Tak hanya mencemari lingkungan, keberadaan tempat pembuangan sampah liar ini memicu aroma tak sedap. Kendati sudah rutin dibersihkan namun lokasi yang sama kerap kembali ditemukan tumpukan sampah. Untuk itu, di samping melakukan pembersihan, pihaknya juga memasang papan peringatan di area bekas tumpukan sampah.

Larangan membuang sampah itu disertai ancaman denda serta pidana bagi yang masih bandel. ”Kita juga upayakan untuk memebri edukasi kepada masyarakat supaya tidak membuang sampah di situ. Karena di sana juga sudah ada tempat semestinya,” tandasnya. (adi/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #kota onde-onde #citayam fashion week #Mojopahit #citayam #sekolah soekarno muda #trawas #pacet #soekarno cilik #kadiv propam #sekolah ongko loro #Kota Mojokerto #Soekarno muda #sampah liar kota mojokerto #sampah liar #brigadir yosua #brigadir j #mojokerto #trowulan #onde-onde