Kegiatan penjamasan pusaka berlangsung sekitar pukul 18.00. Sebelum penjamasan, berbagai benda tradisional yang semula tersimpan di ruangan sudut peringgitan telah dipilah sebelumnya. "Identifikasi untuk menentukan apakah termasuk pusaka atau tidak," kata Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto Norman Handhito.
Dari identifikasi yang melibatkan ahli keris itu, diketahui terdapat 95 pusaka keris sepuh, 113 keris putran, 21 keris replika, dan 495 keris aksesoris. Pemilahan ini antara lain berdasarkan karakter, usia, serta material bahan yang dipakai.
Menurut Norman, hanya keris sepuh yang dijamas di malam satu Suro. Puluhan keris tersebut dicuci menggunakan air dari tujuh sumber berbeda di Kabupaten Mojokerto. "Penjamasan ini untuk membersihkan logam keris dadi karat dan bahan yang merusak," terangnya.
Prosesi penjamasan dilanjutkan dengan kirab penyerahan keris paling sepuh atau paling tua kepada bupati, sekitar pukul 21.00. Kirab itu berlangsung dari peringgitan ke Pendapa Graha Praja Tama. Kegiatan sakral pada malam peringatan malam satu Suro ini juga diisi dengan kesenian tari dan wayang. (adi/fen) Editor : Fendy Hermansyah