Dekan FK Unisma dr Rahma Triliana MKes PhD mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemangku kebijakan setempat, untuk menjajaki RSUD H Muhammad Anwar sebagai RS pendidikan Unisma. Rahma menyebutkan, adanya FK kedokteran, Unisma ini mendorong percepatan di daerah Sumenep. ’’Selain itu, lulusan FK Unisma berasal dari Sumenep banyak bekerja sebagai dokter. Ada 9 orang lulusan juga sudah berada di Sumenep dan bekerja di RS Sumenep ini,’’ kata dia.
Dengan adanya RS pendidikan ini, harapannya FK Unisma tak hanya ahli mencetak dokter, namun menghasilkan ilmuwan yang andal. Ini sejalan dengan kekuatan FK Unisma yang mampu menggali ilmu pengetahuan melalui penelitian. Salah satunya dengan memanfaatkan keanekaragaman hayati jadi bahan alam di bidang kedokteran berbasis etnis.
’’Tak hanya mengembangkan pendidikan profesi sebagai dokter, kemampuan mahasiswa untuk menjadi peneliti yang andal juga kami cetak. Mahasiswa bisa memahami dan menggali tentang obat-obat tradisional juga bahan alam hayati digunakan untuk pengobatan,’’ tegasnya.
Rektor Unisma Prof Maskuri MSi mengatakan, FK Unisma tak hanya menerima mahasiswa muslim saja namun nonmuslim juga dapat mendaftarkan diri sebagai mahasiswa Unisma. Sebab Unisma adalah kampus muktikultural. ’’Ini bukan hanya FK, namun semua Fakuktas di Unisma memberikan kebebasan. Prinsipnya mengayomi perbedaan suku, etnis, maupun agama. Intinya sebagai kampus pelopor anti radikalisme, intoleransi, dan menguatkan moderasi beragama,’’ kata Maskuri.
Sebagai informasi, saat ini FK Unisma membuka pendaftaran gelombang 3 jalur reguler dan pesantren. Lewat jalur pesantren, calon mahasiswa akan mendapatkan keringanan DPP. (*/fen)
Editor : Fendy Hermansyah