Kepala SDN Wates 1 Sri Kusumaningsih mengungkapkan, peserta didik ABK dan siswa reguler belajar bersama di kelas yang sama dan mendapat pendidikan yang sama pula. Sehingga, melalui pembelajaran bersama itu memberi kesempatan siswa untuk saling bersosialisasi tanpa ada diskriminasi. ”Pembelajarannya anak reguler dengan berkebutuhan khusus tidak ada pebedaan, semua anak kami berikan layanan pendidikan yang sama,” terangnya.
Mengawali tahun ajaran 2022/2023, peserta didik baru mulai ditanamkan pembiasaan untuk beradaptasi dengan sistem pembelajaran inklusi. Mengingat, tahun ini SDN Wates 1 menerima satu peserta didik ABK.
Sehingga, total terdapat 15 siswa berkebutuhan khusus yang menempuh pendidikan di lembaga yang berada di Jalan Raya Ijen, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari ini. Masing-masing memiliki kekhususan mulai dari tunadaksa, tunarungu wicara, hingga tunagrahita. ”Meski berkebutuhan khusus, siswa tetap kita libatkan unttuk mengikuti kegiatan MPLS. Selain untuk saling mengenal teman sebayanya, juga agar termotivasi rasa percaya dirinya,” ulasnya.
Tak hanya itu, potensi peserta didik juga diwadahi melalui berbagai program ekstrakurikuler (ekskul) di SDN Wates 1. Mulai dari ekskul bahasa inggris, kesenian tari, olahraga, sampai dengan bidang IT. ”Jadi, semua anak-anak kami beri kesempatan seluas-luasnya untuk mengikuti ekskul. Termasuk ABK yang memiliki bakat juga akan kita wadahi untuk mengembangkan potensinya,” tandas Ningsih.
Kegiatan MPLS pada 18-20 Juli di SDN Wates 1 diisi dengan pengenalan lingkungan sekolah, tenaga pendidik, hingga beragam kegiatan yang bersifat kreatif dan edukatif. Antara lain pembiasaan literasi dan penanaman Profil Pelajar Pancasila.
Untuk membangun keakraban dan kekompakan, MPLS juga dilaksanakan kegiatan bernyanyi, bercerita, senam bersama, dan menuangkan cita-cita melalui menggambar. Layaknya fashion show, siswa juga menunjukkan cita-citanya dengan tampil sambil berjalan keliling di hadapan teman-temannya. ”Projek penguatan profil pelajar pancasila benar-benar kita tanamkan dan terapkan di sekolah,” pungkas dia. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah