Sejumlah rangkaian alat penerangan jalan itu berjajar di sisi utara jalan. Tepatnya berada di jalan desa di sisi barat Kantor Desa Panggih. Anehnya, dari sejumlah lampu tersebut di antaranya tetap menyala meski di siang di siang bolong. ’’Kurang tahu pasti kenapa. Mungkin alatnya (komponen) ada yang korslet atau gimana,’’ sebut Mudarso, warga setempat.
Bahkan fenomena itu tidak hanya terjadi saat ini saja. Melainkan, kata Mudarso, kondisi 11 PJU tersebut menyala selama 24 jam sejak tiga hari belakangan. Praktis, kondisi infrastruktur penerangan jalan tersebut sudah berlangsung empat hari ini. ’’Sudah sekitar tiga hari lalu nyala seperti ini. Malam hari juga nyala,’’ terangnya.
Tidak semua PJU dalam satu rangkaian itu menyala di siang hari. Beberapa diantaranya mati. Dan menyala kembali ketika malam tiba. ’’Tapi, yang nyala siang hari nggak semuanya. Di antara yang nyala itu ada sebagain yang mati (siang hari),’’ tambahnya.
Meski begitu, pihaknya berharap agar dinas terkait segera melakukan perbaikan PJU di jalan penghubung Desa Panggih dengan Desa Tawangsari, Kecamatan Trowulan itu. ’’Nggak tahu ini listriknya ikut desa apa gimana. Tapi lebih baik segera diperbaikilah, kalau begini terus ya boros listrik,’’ tandas pria paro baya itu.
Sementara itu, Kabid Prasarana Lalu Lintas dan Perparkiran DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Suroso mengatakan, pihaknya bakal menerjunkan personel guna mengecek ke lokasi. Pihaknya belum bisa berkomentar banyak soal pemicu nyalanya PJU 24 jam selama empat hari berturut-turut itu. ’’Kami koordinasikan dengan petugas di wilayah Trowulan. Kami cek terlebih dahulu penyebabnya apa,’’ sebutnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah