Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Lalai, Kebakaran Kios Pasar Kedungmaling Picu Kerugian Rp 25 Juta

Fendy Hermansyah • Rabu, 20 Juli 2022 | 14:30 WIB
DISELIDIKI: Petugas tengah mengidentifikasi peristiwa kebakaran hebat yang melanda Pasar Kedungmaling, Senin (18/7) malam.
DISELIDIKI: Petugas tengah mengidentifikasi peristiwa kebakaran hebat yang melanda Pasar Kedungmaling, Senin (18/7) malam.
Santunan Korban Diusulkan

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto - Peristiwa kebakaran hebat yang melanda Pasar Kedungmaling, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Senin (18/7) malam diselidiki kepolisian. Diduga kuat, kebakaran dipicu kompor pemilik warung yang ditinggal dalam kondisi menyala.

Dua kios dan satu gudang UPT pasar yang ludes dilalap api menimbulkan kerugian material ditaksir mencapai Rp 25 juta. Kapolsek Sooko AKP Shohibul Yakin mengatakan, diduga kuat kebakaran berasal dari kios warung makan milik Didik Tribowo Sudiono.

Hal tersebut diperkuat dari keterangan saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) seusai api padam. Proses olah TKP dan identifikasi pun melibatkan Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto. Hasilnya, api ditengarai berasal dari kompor gas.

’’Dugaannya kebakaran terjadi karena kompor warung yang ditinggal dalam kondisi menyala. Setelah pemiliknya bikin kopi atau memasak buat pemilik kios lain. Karena pemiliknya keburu mau buwuh (kondangan), akhirnya warung ditutup dan ditinggal,’’ ungkapnya. Artinya, peristiwa tersebut dipicu faktor kelalaian manusia.

Petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, satu unit kompor gas, sebuah tabung elpiji 3 kilogram, dan sampel kayu sisa perabot dan konstruksi bangunan yang terbakar. Sebab, saat terbakar, warung makan milik Didik Tribowo Sudiono dan kios gerabah milik Maimanah masih penuh perabot. ’’Kerugian material ditaksir mencapai Rp 25 juta,’’ teranngya.

Lebih lanjut, kata kapolsek, penyelidikan terbakarnya pasar itu tidak sampai melibatkan Laboratorium Forensik Polda Jatim. Sebab, dilibatkannya Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto dalam proses identifikasi dinilai cukup untuk mengurai benang merah peristiwa tersebut. ’’Tidak sampai ke labfor polda. Kami sudah koordinasikan dengan polres dan diterjunkan tim inafis. Apalagi, penyebabnya juga sudah jelas,’’ tandas Shohibul.

Kalak BPBD Kabupaten Mojokerto Yo'i Afrida menambahkan, pihaknya belum bisa berbuat banyak terkait bantuan ataupun santunan bagi korban kebakaran Pasar Kedungmaling. Sebab, sejauh ini pihaknya terbentur regulasi yang berlaku. ’’Terkait kebakaran, kami (BPBD) hanya menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tergolong sebagai bencana,’’ sebutnya.

Sehingga, bantuan bagi korban kebakaran yang terjadi di kawasan pemukiman maupun pasar, ditangani dinas terkait. Yakni, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) maupun Disperindag. ’’Jadi kalau seperti itu, peran kami sebatas pemadaman dan asesmen saja. Beda lagi ketika penanganan bencana banjir atau puting beliung. Kami bisa ajukan ke Bupati untuk menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT),’’ ungkapnya.

Tidak hanya itu, pasca insiden kabakaran hebat tersebut, kelengkapan alat pemadam api ringan (APAR) di lingkup pasar jadi sorotan. Sebab, fasilitas ketanggap daruratan itu dinilai penting guna mengantisipasi terjadinya kebakaran. ’’Semua pasar (dinaungan Disperindag) dilengkapi APAR. Di situ (Pasar Kedungmaling) ada dua APAR di ruang kantor UPT. Kurang tahu pasti, kemarin (Senin, 18/7) itu dipakai atau tidak,’’ sebut Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto Iwan Abdillah, dikonfirmasi terpisah.

Disinggung soal santunan bagi para korban kebakaran, pihaknya belum bisa bicara banyak. Sebab, pihaknya mesti mengambil langkah sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku. ’’Terkait bantuan atau santunan itu, kami sudah berkoordinasi BPKAD Kabupaten Mojokerto. Kami sudah usulkan agar secepatnya bisa direalisasi dan disalurkan,’’ tandas mantan Camat Trawas itu. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Sekolah Soekarno Kecil #kebakaran pasar kedungmaling #kota onde-onde #Mojopahit #sekolah ongko loro #disperindag kabupaten #Kota Mojokerto #mojokerto #trowulan #onde-onde