BATIK majapahitan terus bergeliat sejak lama. Dan, semakin berkembang hingga saat ini. Istilah batik majapahitan sendiri dipilih tak lain karena ibu kota Kerajaan Majapahit diyakini berada di wilayah Trowulan. ’’Bisa disimpulkan karena Ibu Kota Majapahit ada di Trowulan. Yang motif batiknya terinspirasi dari candi, ukirannya (relief), flora dan fauna terkait Kerajaan Majapahit itu,’’ ujar Sri Mujiatim, pengrajin batik asal Dusun/Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan.
Dikatakannya, ciri batik majapahitan terletak pada motifnya. Motif unggulannya adalah Surya Majapahit. Sinar matahari berbentuk segi delapan yang dipercaya sebagai lambang kerajaan Majapahit. ’’Karena sejarahnya itu simbol dari kerajaan Majapahit. Dari situ (motif surya majapahit), kita kembangkan motif-motif lain,’’ terang owner galeri Batik Cempaka itu.
Ragam motif batik tersebut tidak lepas dari kerajaan yang terkenal dengan Raja Hayam Wuruk itu. Mulai dari bangunan gapura candi, buah mojo, hingga tanaman teratai (lotus). Bahkan, motif tersebut dipadupadankan dengan motif lain seperti motif kuwung. ’’Total motif batik majapahitan ini banyak sekali. Kreasi saya sendiri saja lebih dari 30 motif, baik cap atau tulis,’’ terang perempuan 45 tahun itu.
Dibanding batik lain, batik majapahitan cenderung memakai warna kalem seperti warna sogan atau cokelat hingga warna hitam. ’’Warna sogan ini seperti terakota. Kita sesuaikan dengan warna batu bata yang dipakai di rumah-rumah atau candi zaman (majapahit) dulu,’’ ungkap angggota Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur (APBJ) itu. Terkait penggunaan warna alami dan sintetis, itu menyesuaikan permintaan. Karena warna alami hasilnya lebih kalem. Sedangkan perwanaan sintetis, lebih ngejrenk alias mencolok.
Diakuinya, batik majapahitan sudah merambah pangsa pasar internasional. Tidak jarang batik majapahitan terpampang di pameran-pameran batik. ’’Memang awalnya dulu secara getok tular (dari mulut ke mulut). Sekarang sudah sampai ke Malaysia, Vietnam, sama Amerika. Biasanya buat suvenir,’’ tandas perempuan yang merintis bisnis batik sejak 2011 itu.
Pemerhati Komunikasi dan Kearifan Lokal Rakhmad Saiful Ramadhani menerangkan, tidak ada pembeda yang menonjol antara batik majapahitan dari perajin Kabupaten maupun Kota Mojokerto. ’’Bisa dibilang sama. Karena dulunya, kota dan kabupaten ini satu wilayah geografisnya Kerajaan Majapahit,’’ terang Akademisi Ilmu Komunikasi Fisip Unim itu.
Menurutnya, motif batik majapahitan tak lepas dari corak relief yang ada pada candi. ’’Karena pengaruhnya memang dari etno Majapahit. Mulai dari flora faunanya, bangunannya, cerita rakyat, hingga lokusnya. Bahkan ini sedang ada yang mengembangkan motif hutan watu blorok,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Pariwisata Disporabudpar Kabupaten Mojokerto Antor Subendi mengatakan, sejauh ini sejumlah upaya telah dilakukan pemda untuk mendukung eksistensi batik majapahitan. Di antaranya, dengan memfasilitasi pencatatan motif karya perajin pada hak kekayaan intelektual (HAKI) Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham.
’’Sudah ada enam motif batik majapahitan yang tercatat. Di sini, kami memfasilitasi karya-karya para pengrajin,’’ terangya. Enam motif itu adalah Sooko Projo Sawiji, Bader Sekar Mojo, Suryo Ageng Aksoro Jowo, Pinggiran Ukel Majapahit, Parang Mojo, dan Sekar Sungsang. Tak hanya itu, event hingga kompetisi rutin digelar tiap tahun untuk mendorong kreativitas para pengrajin batik. ’’Untuk event, salah satunya melalui Majafest. Di situ kami lombakan. Motif yang menang akan dipilih untuk segaram pemkab. Sejauh ini baru satu seragam yang pakai batik surya itu,’’ terangnya.
Disperindag Kabupaten Mojokerto mencatat, sejauh ini terdapat 15 kelompok usaha mikro kecil menengah (UMKM) perajin batik Majapahitan yang tersebar di sembilan kecamatan. Mulai dari Trowulan hingga Pacet. ’’UMKM ini punya kelompok binaan. Yang pemasarannya mulai dari lokal, nasional, sampai luar negeri,’’ sebut Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto Iwan Abdillah.
Terpisah, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya mengatakan, jumlah motif batik majapahitan karya perajin di Kota Mojokerto tidaklah sedikit. Ada 30 motif di antaranya sudah dipatenkan ke Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham. Mulai dari motif Surya Majapahit, Jagad Nagari Mojopahit, Srengenge Majapahit, Babat Majapahit, hingga Amukti Palapa Membahana.
Pemasarannya pun sudah menjamah pangsa internasional seperti Australia hingga Amerika. ”Untuk mengapresiasi karya perajin ini, sudah ada dua motif batik yang diapakai seragam pemkot. Bahkan, di jenjang SMP ada pilihan ekstrakurikuler batik,’’ sebutnya. (vad/fen) Editor : Fendy Hermansyah