Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

788 Sekolah di Kabupaten Mojokerto Masih Pakai K-13

Fendy Hermansyah • Sabtu, 16 Juli 2022 | 17:13 WIB
BERBENAH: SMP Negeri 1 Dawarblandong menjadi salah satu lembaga yang bakal menerapkan kurikulum anyar di tahun ajaran baru ini.
BERBENAH: SMP Negeri 1 Dawarblandong menjadi salah satu lembaga yang bakal menerapkan kurikulum anyar di tahun ajaran baru ini.
Penerapan Kurikulum Merdeka Diikuti 488 Sekolah

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Kurikulum Merdeka bakal diberlakukan di tahun ajaran baru mulai Senin (18/7) nanti. Meski begitu, kurikulum tersebut belum menyentuh semua sekolah di kabupaten lantaran terkendala izin Kemendikbud sehingga harus menunggu tahun depan.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Mujiati mengatakan, di kabupaten terdapat 1.276 lembaga mulai TK, SD dan SMP negeri dan swasta yang wajib menggunakan Kurikulum Merdeka. Lembaga yang siap menggunakan kurikulum tersebut baru 488 sekolah, sedang sebanyak 788 lembaga belum bisa menerapkan.

Lembaga yang belum bisa menggunakan Kurikulum Merdeka, kata Mujiwati, disebabkan beragam kendala. Mulai dari izin sekolah belum turun dari Kemendikbud hingga akun kepala sekolah tidak bisa terdaftar aplikasi. ’’Jadi, yang 788 ini harus menerapkan Kurikulum 2013 (K-13). Sama seperti tahun kemarin,’’ katanya.

Mujiati merinci, pada jenjang TK ada 15 lembaga yang sedianya menerapkan kurikulum anyar tersebut. Sedang, untuk SD ada 384 lembaga dan 89 SMP swasta maupun negeri akan menggelar kurikulum ini. ’’Itu yang sudah mendaftar sebagai pelaksana IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka) dan ditentukan secara langsung dari pusat,’’ papar dia.

Sedangkan, bagi 788 sekolah yang belum bisa menerapkan kurikulum terbaru harus menunggu tahun depan. Sebab, pendaftaran untuk mengikuti model kurikulum terbaru itu sudah ditutup.

Lanjut Mujiwati, penerapan kurikulum merdeka terdiri dari tiga jalur. Di antaranya mandiri berubah, mandiri belajar, dan mandiri berbagi. Satu lembaga dengan lembaga lainnya menerapkan jalur yang berbeda sesuai dengan yang izin IKM yang sudah terdaftar di pusat. ’’Kalau yang jalur mandiri berbagi, kita belum ada. Karena itu khusus sekolah penggerak saja, sedangkan di kabupaten belum ada sekolah penggerak,’’ jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Dawarblandong Alim Huda mengaku sudah mempersiapkan beberapa sarana untuk menunjang kurikulum belajar bisa diimplementasikan kepada siswa. Seperti, penyediaan komputer dan internet dan beberapa kebutuhan penunjang lainnya. Sedianya, penerapan pembelajaran kurikulum merdeka itu bakal dilakukan dengan panduan video yang sudah diberikan oleh pusat.

’’Kami lakukan sesuai petunjuk, karena sudah ada bimbingan sejak dua pekan lalu. Nanti, saat pelaksanaan kita dipandu dengan video dan materi yang sudah diberi oleh pusat. Kebetuan kalau kita pakai jalur mandiri berubah,’’ pungkasnya. (oce/fen)


Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Sekolah Soekarno Kecil #kota onde-onde #Mojopahit #sekolah ongko loro #kurikulum merdeka #Kota Mojokerto #mojokerto #trowulan #onde-onde