Direktur RSUD Prof dr Soekandar dr Djalu Naskutub mengatakan, tahun ini RSUD Prof dr Soekandar menargetkan pencapaian PAD harus terpenuhi sejumlah Rp 80 miliar. Namun, dalam kurun waktu setengah tahun, realisasinya sudah mencapai 100 persen. Itu disebabkan penambahan klaim Covid-19 tahun lalu baru dibayarakan tahun ini. ’’Target awal PAD harusnya Rp 80 miliar. Tapi, karena ada transfer klaim Covid-19 tahun lalu, otomatis target kita langsung terpenuhi sampai seratus persen,’’ ujarnya.
Oleh karenanya, target PAD pun kembali digenjot dan dilakukan P-APBD. Kemarin, pihaknya mengajukan usulan target PAD ke Pemkab untuk meningkatkan perolehan BLUD. Djalu menuturkan, pihaknya menaikkan target sebanyak Rp 111 miliar. ’’Kemarin (14/7), kita ke Pemkab untuk mengusulkan ada perubahan, kenaikan target tahun ini jadi Rp 111 miliar, tinggal nunggu di dok saja. Sehingga, di sisa jelang akhir tahun ini, kami harus memenuhi kekurangan Rp 31 miliar untuk memenuhi target,’’ jelasnya.
Djalu menuturkan, alokasi pengunaan PAD ini sendiri nantinya dialokasikan untuk belanja barang dan jasa, modal dan belanja pegawai. Kemudian, saat disinggung terkait klaim Covid-19 yang belum terbayarkan, dia menyebut, masih ada dana sekitar ratusan juta yang masih nyantol di pemerintah pusat. ’’Tapi, saya nggak hafal jumlahnya berapa. Yang jelas masih ada, cuma jumlahnya sedikit, tidak terlalu besar,’’ bebernya.
Lalu, Djalu menyebutkan, target PAD tahun ini dengan tahun lalu cenderung stagnan. Hanya ada penurunan kurang lebih Rp 1 miliar dibandingkan tahun lalu. Pihaknya mengatakan, meski kasus Covid-19 melandai, namun kunjungan masyarakat yang menggunakan jasa perawatan di RSUD Prof dr Soekandar sudah mulai normal.
’’Kalau tahun lalu targetnya Rp 112 miliar, tahun ini hanya selisih Rp 1 miliar saja. Makanya, dengan waktu tersisa ini, diupayakan hingga akhir tahun nanti bisa memenuhi target dari pendapatan pelayanan rawat jalan maupun rawat inap,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah