KBO Satlantas Polres Mojokerto Kota Iptu Sukaren mengatakan, melandainya pandemi Covid-19 dibarengi dengan naiknya mobilitas warga. Hal itu setidaknya terlihat dari kepadatan arus lalu lintas yang kini terpantau meningkat. Tak terkecuali di ruas jalan tol Jombang Mojokerto (Jomo) maupun Surabaya-Mojokerto (Sumo) yang membentang di wilayah utara Sungai Brantas Mojokerto.
”Selain karena Covid-19 sudah landai, sekarang juga musim liburan,” terang Sukaren, kemarin (12/7). Menurut dia, kepadatan jalur tol di Mojokerto banyak dipengaruhi mobilitas wisatawan asal Surabaya dan sekitarnya yang hendak berliburan ke seputaran Malang. Padatnya arus lalu lintas itu juga dibarengi dengan potensi terjadianya kecelakaan.
”Kita belum tahu persis. Tapi, secara garis besar kasus kecelakaan bertambah wajar karena terjadi peningkatan volume kendaraan,” bebernya. Kepadatan arus lalu lintas membuat risiko kecelakaan tinggi. Bersadarkan analisisnya, kasus-kasus kecelakaan yang terjadi sebagian besar karena human error.
Kelalaian pengendara seperti kondisi mengantuk kerap menimbulkan insiden kecelakaan. Di luar itu, faktor kendaraan juga berpengaruh. ”Seperti ban pecah akhirnya oleng dan tabrakan,” sebut dia.
Faktor-faktor tersebut kian berpotensi memicu kecelakaan ketika kondisi arus lalu lintas padat. Alasisi ini sekaligus menegaskan cukup minim kejadian kecelakaan yang terjadi karena faktor black spot.
Menurut dia, di sepanjang jalan tol Jomo dan Sumo dari KM 705+600 sampai KM KM 717+800, tidak ada titik yang rawan atau langganan kecelakaan. ”Sementara belum ada titik black spot. Kalau kecelakaan cenderung pada faktor manusia dan kendaraan,” tegasnya. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah