Peristiwa nahas itu dialami Hariyono, 48, sekitar pukul 09.00. Awalnya, warga Desa Leminggir tersebut sedang menyembelih sapi kurban di Masjid Darussalam dekat rumahnya. Di tengah proses penyembelihan, korban tiba-tiba terjatuh dengan posisi telentang. Kejadian tersebut sontak membuat warga yang berada di lokasi geger.
Mukhtar, perangkat Desa Leminggir mengatakan, korban sempat dilarikan ke RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari, namun nyawanya tak tertolong. Sebelum mendadak jatuh, korban sempat menyembelih empat sapi kurban. ”Ketika kurang satu ini, dia terjatuh,” ujarnya.
Diketahui, sejak pagi korban sempat mengeluh kurang enak badan. Pria yang dikenal sebagai tukang jagal sapi dan kambing itu merasa sedang masuk angin. Bahkan, saat penyembelihan hewan kedua, korban sempat mengalami muntah. ”Badannya memang kurang sehat. Ada gejala sakit,” terangnya.
Kapolsek Mojosari Kompol Heru Purwandi mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan tidak ditemukan bekas kekerasan di tubuh korban. Hariyono diduga meninggal lantaran penyakitnya kambuh. ”Korban mempunyai riwayat sakit darah tinggi,” terangnya.
Saat kejadian, penyakit korban diduga kambuh hingga akhirnya dia terjatuh. Korban tergeletak tak sadar diri. Namun, nyawanya sudah tak tertolong kendati dilarikan ke rumah sakit. Pihak keluarga, lanjut Heru tidak menghendaki korban dilakukan otopsi. Setelah kejadian, korban langsung dimakamkan di pemakaman setempat. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah