Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto Ani Wijaya mengatakan tahun ini, tercatat ada 20 UMKM di kota yang bergerak dalam bidang usaha produksi onde-onde. Dari total tersebut, ada 11 UMKM yang memang khusus sebagai produsen onde-onde. ’’Yang istiqomah produksi tiap hari ada 11 UMKM, sisanya dibarengi dengan jual jajanan lainnya,’’ ujarnya.
Masih kata Ani, jumlah UMKM yang bergerak di pembuatan onde-onde ini diprediksi bakal bertambah. Sebab, banyak warga yang sudah mengikuti pelatihan pembuatan onde-onde yang digelar oleh Diskopukmperindag setiap ada pameran. ’’Lulusan Inkubasi Wirausaha itu bahkan sudah menciptakan produk onde-onde frozen. Lulusnya Maret lalu, dan produk mereka kita dampingi masuk ke etalase e-katalog LKPP lokal,’’ jelas dia.
Lebih lanjut, Ani menuturkan, selain dipasarkan melalui katalog, pihaknya juga terus mempromosikan onde-onde melalui semua event yang digelar Pemkot. Misalnya, melalui pengisian produk onde-onde di goodie bag khusus tamu dari luar kota. Lalu, kegiatan membuat onde-onde bersama ketika ada pameran. ’’Setahun sekali dalam event HUT Kota, kita juga mengadakan lomba kreasi onde-onde untuk merangsang ada varian rasa baru,’’ paparnya.
Dikatakannya, saat ini, olahan onde-onde tak hanya pakem berisi kacang hijau saja. Melainkan ada banyak varian rasa. Seperti coklat, ubi ungu, matcha, keju. Ada juga onde-onde yang tak lagi digoreng, melainkan dioven atau dikukus. Itu tergantung dari permintaan pasar. ’’Kita harap, tahun depan akan lebih banyak UMKM yang terus mengembangkan varian rasa onde-onde,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah