Proyek dengan pagu anggaran Rp 4 miliar dari APBD 2022 itu kini telah diproses lelang dan tinggal menunggu penetapan pemenang. Pekerjaan fisik yang dinaungi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto itu rencananya akan dibangun dengan kapasitas sekitar 115 stan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto Ani Wijaya mengatakan, seluruh kapasitas di pasar tematik diperuntukkan untuk menampung pedagang barang bekas. Terutama pedagang loak eks Pasar Prapanca yang sejak dua tahun ini menempati Pasar Kliwon. ”Memang peruntukannya khusus untuk barang loakan atau bekas,” terangnya.
Sehingga, Ani memastikan Pasar Tematik akan bisa menampung seluruh pedagang loak. Diskopukmperindag mencatat, dari hasil pendataan 2021 jumlah pedagang barang bekas yang menempati Pasar Kliwon sebanyak 113 orang.
Sedangkan Pasar Tematik yang dibangun di Jalan Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon memiliki kapasitas sekitar 115 stan. ”Jadi, tidak menutup kemungkinan bisa menampung pedagang tidak tetap lainnya,” ulas Ani.
Rencananya, pengisian pedagang akan dilakukan langsung setelah proyek fisik tuntas. Sebab, imbuh dia, Pasar Kliwon dinilai tidak representatif untuk dijadikan sentra perdagangan besi tua dan barang bekas.
Selain itu, pedagang juga masih menempati lapak semipermanen sejak boyongan dari Pasar Prapanca pada 2019 lalu. ”Memang tidak pada peruntukannya, karena Pasar Kliwon dulu hanya untuk transit. Di Pasar Tematik nanti halaman kita buat lebih luas agar bisa untuk loading barang,” tandasnya.
Pasar Tematik akan didirikan berdampingan dengan Pasar Rakyat Ketidur. Proyek yang diplot dengan pagu anggaran Rp 4.000.787.940 ini ditargetkan rampung sebelum akhir tahun ini. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah