Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Vaksin PMK di Kabupaten Mojokerto Sudah Habis, Hanya Sentuh 15 Persen Sapi

Fendy Hermansyah • Kamis, 7 Juli 2022 | 12:45 WIB
PENANGANAN: Petugas Disperta Kabupaten Mojokerto menyuntikkan vaksin PMK ke sapi di Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, kemarin.
PENANGANAN: Petugas Disperta Kabupaten Mojokerto menyuntikkan vaksin PMK ke sapi di Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, kemarin.
DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) tampaknya belum bisa segera tuntas. Di Kecamatan Dawarblandong, dari jatah 800 dosis vaksin yang diterima, hanya mampu menjangkau sekitar 15 persen sapi. Sisanya, kini harus menunggu jatah berikutnya.

Koordinator PPL Kecamatan Dawarblandong Disperta Kabupaten Mojokerto Suharmaji mengatakan, proses penyuntikan vaksin bagi ternak sapi telah berlangsung sejak Minggu (3/7). Vaksin diberikan ke sapi yang belum pernah terinveksi penyakit PMK. Sampai hari ke empat kemarin (6/7), terdapat 665 ekor sapi yang sudah disuntik vaksin. ”Yang diprioritaskan yang sehat, karena yang sudah sembuh sudah kebal dulu,” ujarnya.

Suharmaji menyebut, total populasi sapi di Kecamatan Dawarblandong sekitar 5.112 ekor. Ribuan sapi itulah yang menjadi sasaran vaksinasi. Di tahap pertama ini, pihaknya mengaku mendapat jatah vaksin sebanyak 800 dosis. Setelah empat hari vaksinasi, kini tersisa 135 dosis vaksin yang rencananya akan disuntikkan Kamis (7/7). ”Besok (hari ini, Red) sudah selesai karena terakhir. Selanjutnya ya menunggu vaksin lagi kalau ada,” jelasnya.

Terbatasnya jatah vaksin membuat cakupannya masih rendah. Menurutnya, saat ini baru sekitar 15 persen sapi yang tervaksin. ”Sekarang baru sekitar 15-20 persen lah dari totalnya itu,” tuturnya. Penyuntikan berikutnya masih menunggu jatah vaksin dari pemerintah pusat melalui pemprov lalu disalurkan ke disperta.

Di samping minimnya persediaan vaksin, Suharmaji mengaku masih ada peternak yang ragu memvaksin sapinya. ”Ada satu dua yang takut divaksin, setelah kami beri penjelasan akhirnya mau,” jelasnya. Proses vaksinasi PMK untuk sapi juga melibatkan pihak kepolisian dan TNI. (adi/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Sekolah Soekarno Kecil #kota onde-onde #Mojopahit #sekolah ongko loro #Kota Mojokerto #mojokerto #vaksin pmk #trowulan #onde-onde