Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sapi Perah Jadi Prioritas, Pemkab Siapkan 9.300 Dosis Vaksin

Fendy Hermansyah • Senin, 27 Juni 2022 | 11:56 WIB
TIGA KALI: Vaksinasi sapi akan dilakukan sebanyak tiga kali dengan sasaran prioritas sapi perah.
TIGA KALI: Vaksinasi sapi akan dilakukan sebanyak tiga kali dengan sasaran prioritas sapi perah.
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto meluncurkan vaksin untuk mencegah penyebaran wabah Penyakit Mulu dan Kuku (PMK). Peluncuran ini dilakukan di KUD Dana Mulya, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, kemarin (26/6).

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, pada tahap pertama ini, akan disuntikkan ke hewan ternak sebanyak 9.300 dosis. ’’Sesuai dengan arahan Kementerian Pertanian, vaksin akan diprioritaskan untuk komoditas sapi perah, sehingga kita hari ini ada di KUD Dana Mulya, yang memang ini adalah KUD untuk susu dari sapi perah,’’ terangnya.

Penyuntikan vaksin ini akan dilaksanakan setiap hari. Ikfina menyebut, vaksinasi pada hewan berkuku belah dua ini, dibatasi hingga tanggal 7 Juli. ’’Semuanya harus selesai habis 9.300 dosis tersebut, dan saya yakin bisa dilakukan oleh teman-teman Disperta, karna pasti sudah direkap dan sudah di tandai mana-mana yang akan divaksin sesuai kriteria yang sudah ditentukan,’’ jelasnya.

Ikfina optimis apa yang telah dilakukan bisa memutus mata rantai penyebaran PMK, karena penyakit ini sendiri memiliki tingkat kematian yang rendah. ’’Makannya kita upayakan dan perhatikan betul-betul mobilitas dari ternak. Kemudian memutuskan mata rantai dengan pengawasan terhadap mobilitas orang-orang yang kontak dengan hewan,’’ ucapnya.

Sementara, vaksin PMK sendiri rencana terus disuntikkan hingga dosis ke 3. Setelah menjalani vaksin pertama, dua pekan kemudian dilakukan vaksinasi kedua. Sementara, vaksin ketiga dilakukan 6 bulan setelah vaksin kedua.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah mengatakan, saat ini kasus PMK di Kabupaten Mojokerto berada di angka 4.013 dan telah menyebar ke 18 kecamatan serta 191 desa.

’’Angka kesembuhan ternak sangat baik yaitu 2.563 ekor atau sebesar 63,48 persen. Angka kematian ternak pun sangat kecil yaitu sekitar 0,65 persen. Dan penambahan kasus harian PMK di Kabupaten Mojokerto sebanyak 84 kasus baru per hari,’’ beber Nurul.

Lanjut Nurul, Vaksin 9.300 dosis ini, akan dialokasikan untuk 2.300 sapi perah dan 7.000 sapi potong. ’’Nanti akan diberikan untuk 10 kecamatan dan 63 Desa,’’ pungkasnya. (dhan/ron/adv)
Editor : Fendy Hermansyah
#bupati mojokerto #Majapahit #Sekolah Soekarno Kecil #kota onde-onde #Mojopahit #Kota Mojokerto #vaksin pmk #trowulan