Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto M. Zainut Tamam mengatakan sebelum keberangkatan, sebanyak 20 CJH dilakukan pengecekan pada kopernya masing-masing.
Ada dua koper CJH yang terpaksa dibongkar, karena membawa barang yang tidak diperbolehkan sesuai regulasi.
"Ada dua koper yang dilakukan bongkar ulang dan terpaksa kita tahan. Karena mereka membawa beras dan jagung, itu tidak diperbolehkan. Akhirnya, barang tersebut kita tahan," ujarnya.
20 CJH ini berkumpul sejak pukul 06.00 pagi. Adapun, sesuai jadwal mereka akan tiba di Asrama Haji pada pukul 09.00 pagi ini. "Karena kita kloter penyangga, jadi keberangkatan harus awal. Nanti dibarengkan dengan Probolinggo sebanyak 426 CJH," ucapnya.
Selain dilakukan pengecekan, puluhan CJH ini juga dibekali kartu kesehatan jamaah haji (KKJH) beserta surat keterangan hasil tes PCR dari Dinkes Kabupaten Mojokerto. Ini sebagai syarat utama keberangkatan mereka ke tanah suci.
Sementara itu, Syaiful Fuad, salah satu CJH mengungkapkan bersyukur bisa berangkat tahun ini. Sebab, selama dua tahun, akhirnya keinginan untuk naik haji bisa terlaksana. Warga asal Kecamatan Pacet ini menuturkan ia sudah menyiapkan sejumlah barang sesuai arahan dari petugas Kemenag.
"Juga sudah bawa sandal, karena kata petugas Kemenag, suhunya disana sangat panas. Kalau tidak bawa sandal kakinya bisa melepuh," ungkap pria 58 tahun ini.
Syaiful berangkat bersama sang istri. Dia mengaku, sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk pelaksanaan haji tahun ini.
Adapun, puluham rombongan CJH ini bakal bertolak ke Arab Saudi mulai tanggal 17 besok. Keberangkatan dilakukan mulai pukul 09.00 pagi dengan durasi 10 jam perjalanan menuju Jeddah. (oce/fen) Editor : Fendy Hermansyah