Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tak Penuhi Kriteria, Kontrak Diputus

Fendy Hermansyah • Minggu, 12 Juni 2022 | 17:08 WIB
BURAM: Suasana kegiatan pembelajaran di SMK Negeri 1 Pungging. Hingga kini, masih banyak guru yang berstatus honorer di jenjang SMA/SMK Mojokerto.
BURAM: Suasana kegiatan pembelajaran di SMK Negeri 1 Pungging. Hingga kini, masih banyak guru yang berstatus honorer di jenjang SMA/SMK Mojokerto.
- Guru PPPK Dievaluasi Setiap Tahun
- Penilaian Dilakukan Kepala Sekolah

MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Para Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Cabdindik Provinsi Jatim tidak bisa berleha-leha. Lantaran, setiap tahun mereka akan dievaluasi berdasarkan kriteria capaian kinerja, kedisiplinan, hingga perilaku.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Kota Mojokerto Trisilo Budi Prasetyo mengatakan total PPPK di lingkup Cabdindik tahun ini ada 132 orang. Adapun, pada seleksi pertama lalu terdapat 99 orang yang lolos.

Sedangkan di seleksi tahap dua, sebanyak 33 orang. ’’SK masing-masing PPPK yang sudah diteken oleh Gubernur diterimakan kepada mereka melalui kepala sekolah,’’ ujarnya.

Mantan Kacabdindik Wilayah Kabupaten Jombang ini menjelaskan, masa kontrak PPPK hanya lima tahun. Itu akan diperpanjang hingga usia 60 tahun. Tentu harus disertai dengan catatan kinerja yang baik. Sebab, evaluasi dilakukan terus setiap tahun. ’’Sehingga, setahun sekali kontrak akan diperbarui,’’ ucap Trisilo.

Dilanjutkannya, selama masa kontrak itu mereka akan mendapatkan penilaian kepala sekolah. Jika nilai didapatkan tidak memenuhi kriteria, kontrak akan diputus. ’’Jika memenuhi akan dilanjutkan,’’ tandasnya.

Penilaian tersebut meliputi absensi, perilaku, dan kinerja mereka selama bertugas. Lebih lanjut, Trisilo mengaku, meski tahun ini sudah terdapat guru PPPK yang lolos seleksi, namun masalah pemetaan guru masih belum rampung 100 persen. Itu disebabkan jumlah guru ASN dan honorer jumlahnya tak imbang.

’’Jumlahnya honorer masih banyak, ada 558 orang. Ini masih jadi PR (Pekerjaan Rumah) kami, karena belum ada solusinya. Kita berharap mereka semua bisa masuk ke seleksi tiga PPPK nanti,’’ tandasnya. (oce/fen)



Editor : Fendy Hermansyah
#pppk kabupaten mojokerto #SK PPPK #pppk kota mojokerto