"Saat ini sudah ada dua sopir kami amankan," ujar Kasatlantas Polres Mojokerto Kota AKP Heru Sudjio Budi Santoso kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Selasa (17/5). Ia mengatakan, ada dua sopir yang diamankan. Satu sopir utama dan satu sopir cadangan yang mengemudikan bus PO Ardiansyah hingga kecelakaan di Tol Sumo KM 712.
Dijelaskan dia, sopir cadangan (Ade Firmansyah) yang terlibat kecelakaan kini menjalani perawatan medis di rumah sakit. Sedang, sopir utama sudah di Mapolresta Jalan Bhayangkara Kota Mojokerto untuk pemeriksaan. "Sopir yang asli (Ahmad Ari Ardianto) kami mintai keterangan terkait kasus kecelakaan yang terjadi di Tol Sumo KM 712," jelas dia.
Kasatlantas juga menyebutkan, terjadi pergantian sopir bus dalam perjalanan dari Yogjakarta ke Surabaya. Yakni ketika bus berhenti di rest area daerah Ngawi. "Sopir yang asli istirahat di bagasi, lalu kemudi diambil alih sopir yang kedua. Itu hingga ke lokasi kejadian kecelakaan," sebutnya.
Seperti diberitakan, kronologi kecelakaan maut tersebut bermula saat bus pariwisata PO Ardiansyah nopol S 7322 UW yang dikemudikan seorang sopir cadangan Ade Firmansyah, 29, warga Sememi, Benowo, itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jombang menuju Surabaya. Bus ditumpangi 33 penumpang yang merupakan rombongan wisata asal Benowo, Surabaya.
Setiba di lokasi, Senin (16/5) sekitar pukul 06.15, bus mendadak oleng ke kiri. Laju bus Mitsubishi Canter keluaran 2007 itu tak terkendali hingga akhirnya keluar jalur menghantam beton tiang rambu multi pesan VMS (variable message sign) di tepi jalan sisi kiri.
Kerasnya benturan membuat bodi depan bus bagian kiri ringsek parah. Sedangkan, tiang beton itu nyaris ambruk. Setelah tabrakan, bus terguling ke arah kanan. Di lokasi tampak barang-barang milik rombongan berceceran. Kursi penumpang, setir, serta bagian lain bus tak lagi utuh. Di antaranya barang-barang itu masih berlumurah darah.
Menurut Dirlantas Polda Jatim Latif Usman yang turun ke lokasi pascakejadian, bus sudah keluar jalur sekitar 100 meter sebelum titik tabrakan. Terdapat jejak bodi bus menyerempet guardrail dan papan batas jalan Tol Sumo. Tampak pula jejak roda kiri bus yang menapaki rumput tepi jalan dan pembatas jalan.
”Kalau dilihat dari awal pertama (kecepatan) lebih dari 100 kilometer (per jam),” tandas Latif. Jarum speedometer yang tergeletak di lokasi menunjukkan angka 100 km/jam. Hingga kemarin petang, kecalakaan itu mengakibatkan 14 orang tewas dan 19 luka-luka. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah