Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto drh Agus Hardjito mengatakan, para peternak sapi juga diimbau untuk rutin menjaga kebersihan kandang. Sebab, penularan virus picorna pada wabah PMK ini hampir sama dengan Covid-19. Yang perlu ditekankan sebagai upaya pencegahan yakni terkait kebersihan kandang hewan ternak. ’’Ya harus rutin mandi, kandang juga wajib disterilisasi dengan desinfektan. Hampir sama pencegahannya dengan Covid-19, karena memang penyebabnya juga menyerupai virus Covid-19,’’ tandasnya.
Dirinya menyebutkan, wabah PMK juga bisa ditangani dengan penyembuhan tradisional. Salah satunya melalui pemberian jamu herbal. ’’Kalau dari ramuan herbal seperti kunyit, temulawak, kecap serta telur ayam itu emang jamu turun temurun. Khasiatnya memang bagus, jadi diperbolehkan,’’ ungkap dia.
Dikatakannya, jamu tradisional ini, mampu membangkitkan nafsu makan hewan ternak saat dalam keadaan sakit. Tak hanya itu, ramuan herbal ini juga sebagai pembentuk kekebalan tubuh. ’’Apalagi kandungan telur ayam kampung, itu kandungannya bermanfaat agar tubuh lebih sehat,’’ tuturnya.
Selain pemberian ramuan herbal, Agus menyebutkan, pengobatan tradisional lain yang dilakukan peternak yakni memberikan asap belerang pada hidung sapi. Namun, Agus tak menganjurkan para peternak menggunakan metode pengobatan ini. Sebab, meski dianggap mampu mengurangi lendir berlebih pada mulut sapi, cara ini bisa melukai bagian hidung mereka. ’’Untuk cara pengasapan ini kami tidak menganjurkannya. Karena, takutnya malah semakin melukai hidung sapi. Cara terbaik ya dengan minum jamu itu saja sudah cukup sebenarnya,’’ ulas dia.
Disinggung terkait efek pemasangan gambar penolak bala pada kandang terhadap kesehatan hewan ternak, Agus menuturkan itu tidak bepernegaruh. Menurutnya, pemasangan gambar penolak bala merupakan tradisi warga. Sehingga, tidak memberikan pengaruh apapun terhadap kesembuhan sapi. ’’Itu hanya tradisi dan kepercayaan warga saja. Akibat dari kepanikan warga terhadap serangan wabah PMK ini, makanya beragam upaya dilakukan agar sapinya sembuh,’’ terangnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah