KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Malam ini, Wali Kota Ika Puspitasari membuka penyelenggaraan Lomba Musik Patrol Tradisonal. Tak sekadar sebagai ajang kreativitas bagi pelajar di bulan Ramadan, lomba yang diikuti 35 grup ini juga menjadi salah satu upaya untuk melestarikan permainan musik tradisonal.
Ning Ita, sapaan akrab wali kota mengatakan, Pemkot Mojokerto berupaya untuk mengangungkan kembali jenis-jenis permainan tempo dulu. Selain ditampilkan melalui pertunjukan seni dan budaya, mulai tahun ini permainan tradisional juga telah diterapkan menjadi muatan lokal di semua lembaga pendidikan di Kota Mojokerto. ”Elingpiade atau iling permainane dewe menjadi salah satu yang suguhkan pada event Mojotirto Festival 2020 Maret lalu. Dan, sejumlah permainan tradisional itu kini juga telah diaplikasikan di sekolah-sekolah negeri maupun swasta,” terangnya.
Permainan warisan dari nenek moyang itu diharapkan Ning Ita bisa terus dikenal dan dilestarikan oleh generasi penerus. Karena melalui uri-uri permainan tradisonal tersebut juga menjadi upaya dalam mewujudkan Kota Mojokerto sebagai Kota Pariwisata berbasis sejarah dan budaya.
Tak terkecuali patrol yang menjadi tradisi khas daerah di bulan Ramadan yang juga patut untuk dilestarikan. ”Melalui Lomba Musik Patrol ini, tradisi membangunan sahur dengan permainan alat musik tradisonal bisa tetap menjadi bagian dari seni dan budaya di Kota Mojokerto,” tandasnya.
Malam ini, Ning Ita akan memberangkatkan peserta lomba patrol dari titik start di depan depan Kantor Pemkot Mojokerto di Jalan Gajah Mada pukul 20.00. Para peserta akan menampilan permainan patrol melalui rute Jalan Benteng Pancasila (Benpas) hingga titik finis di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto.
Kabid Kebudayaan Dinas P dan K Kota Mojokerto Mudjoko menambahkan, Lomba Musik Patrol Tradisonal dipastikan akan berjalan meriah. Pasalnya akan diikuti oleh 12 grup atau kelompok siswa dari jenjang SD/MI, 12 grup dari SMP/MTs, dan 11 SMA/SMK/MA. ”Total ada 35 peserta lomba patrol dangan masing-masing kelompok terdiri 10-15 siswa,” terangnya.
Setiap peserta akan menyuguhkan penampilan terbaiknya dengan hanya menggunakan alat musik tradisonal. Masing-masing juga memiliki peluang yang sama untuk bisa meraih juara dari penilaian dari tim dewan juri. ”Aspek yang dinilai adalah keindahan, kekompakan, dan dinamisasi lagu,” ulasnya.
Panitia memastikan, proses penilaian dilakukan secara fair oleh 6 juri dari Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto. Juga ditambah seorang juri tamu perwakilan dari Polres Mojokerto Kota.
Mudjoko mengatakan, dewan juri akan melakukan penilai di dua titik yang telah ditentukan. Lokasi penilaian pertama berada di panggung kehormatan yang berada di depan Kantor Pemkot Mojokerto saat pemberangkatan. Titik penilaian berikutnya dilakukan di tengah perjalanan, tepatnya di depan Taman Benpas. ”Masing-masing peserta memainkan atraksi patrol selama dua menit di dua titik lokasi penilaian ini,” ulasnya.
Dari hasil penilaian tersebut, dewan juri akan langsung melakukan rekapitulasi nilai untuk menentukan juara Lomba Musik Patrol Tradisonal. Pengumuman sekaligus penganugerahan dilakukan langsung sesampainya seluruh peserta di titik finis di halaman Kantor Dinas P dan K Kota Mojokerto. Setiap jenjang pendidikan akan didapuk juara I, II, dan III.
Dalam ajang bergengsi ini, Ning Ita mempersembahkan Piala Wali Kota Mojokerto kepada peserta yang mendapatkan juara dari jenjang SD/MI dan SMP/MTs. Selain itu, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan juga akan menyerahkan piala kepada juara di jenjang SMA/SMK/MA. Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Beni Asman juga memberikan apresiasi berupa uang pembinaan kepada seluruh peserta peraih juara. ”Lomba Musik Patrol Tradisional juga akan semakin meriah dengan kehadiran peserta kehormatan dari Kwarcab Pramuka Kota Mojokerto, DKD Kota Mojokerto, serta Karang Taruna Kota Mojokerto,” imbuh Mudjoko. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah