Jelang bulan suci Ramadan, Kampung Dongeng Mojokerto Raya memiliki rutinitas baru. Selain menebarkan keceriaan, komunitas berbasis sukarelawan ini juga menyelipkan nilai-nilai keagamaan melalui berdongeng kepada anak-anak.
RIZAL AMRULLOH, Mojokerto Raya, Jawa Pos Radar Mojokerto
MISI baru itu berjalan sejak bulan Syaban atau Maret 2022. Kampung Dongeng Mojokerto Raya rajin menyambangi lembaga Taman Pendidikan Alquran (TPQ) hingga panti asuhan. Tak hanya mengangkat tentang kisah dan cerita rakyat, tetapi dongeng juga dikemas dengan tema keagamaan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. ’’Momen Ramadan ini kita selipkan pesan tentang amalan puasa dalam dongeng,’’ ungkap Pendongeng Kampung Dongeng Mojokerto Raya, Nuris Andri Anata Kusuma, 37.
Dalam penyajiannya, dongeng tetap disampaikan dengan menyenangkan dan menghibur. Selain menggunakan instrumen berupa boneka tangan, cerita juga dilakukan secara komunikatif dan interaktif kepada anak-anak. ’’Supaya anak-anak tidak merasa seperti diceramahi, sehingga tetap kita selingi dengan humor maupun sulap,’’ paparnya.
Pria yang akrab disapa Cak Nuris ini mengatakan, anak-anak juga diajak untuk berimajinasi sesuai kategori usia masing-masing. Bagi yang baru belajar menjalankan puasa, dia mengangkat cerita karekter yang menganggambarkan tokoh yang kuat berpuasa penuh.
Di sisi lain, dia juga menggambarkan makhluk fiktif lainnya yang berperan sebagai sosok pengganggu yang berniat membatalkan puasa. Nuris mengatakan, dongeng tersebut dibawakan dengan narasi sederhana yang mudah dicerna sesuai usia anak-anak. ’’Supaya anak-anak tidak jenuh,’’ papar warga Dusun Tegalan, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto ini.
Sedangkan bagi anak-anak yang sudah berkewajiban menjalankan puasa atau jenjang pendidikan SMP sederajat, Nuris mendongengkan kisah. Antara lain menyiratkan tentang puasa yang menjadi salah satu amalan yang dirindukan surga. Sehingga, anak yang genap menjalankan puasa sebulan penuh selama Ramadan digambarkan akan mendapat kunci surga di akhirat.
Menurut Nuris, pesan-pesan keagamaan yang disampaikan melalui media dongeng akan lebih mudah diserap anak-anak. Karena itu, menyambut Ramadan 1443 Hijiriah ini Nuris rutin ke berbagai tempat untuk berdongeng dengan mengusung tema Ramadan.
Pria yang aktif mendongeng sejak 2018 itu berkeliling secara sukarela dari lembaga pendidikan, TPQ, pondok pesantren, hingga panti asuhan yang tersebar di pelosok desa di Kabupaten dan Kota Mojokerto. ’’Karena tujuan kita ingin berbagi keceriaan dengan anak-anak,’’ paparnya.
Rencananya, kegiatan mendongeng tetap rutin digelar selama bulan Ramadan. Nuris akan melakukan safari dalam kegiatan pondok Ramadan di sekolah atau kegiatan buka bersama. (abi)
Editor : Fendy Hermansyah