Pembenahan ratusan PJU rusak itu terhitung dari jembatan Kali Kromong Pacet hingga jembatan Cangar. Dilakukan selama tiga hari, perbaikan melibatkan satu unit armada skylift.
Petugas menemukan beragam kerusakan. Mulai dari rusaknya bohlam hingga timer PJU. ’’Kerusakan di lokasi ini karena faktor alam. Mayoritas kabel putus karena tertimpa patahan dahan bahkan beberapa pohon tumbang,’’ ujar Kabid Prasarana Lalu Lintas dan Perparkiran DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Suroso.
Tak hanya itu. Korsleting listrik pada komponen PJU akibat guyuran hujan jadi penyebab lainnya. Barbagai perbaikan dilakukan petugas. Terutama, pemasangan konektor kabel untuk mengantisipasi peristiwa itu terulang. ’’Sebelumnya memang belum terpasang konektor. cuma dililit saja kalau menyambung kabel. Dengan begini jadi lebih aman,’’ sebutnya.
Selama melakukan perbaikan di jalur tengkorak itu, pihaknya juga memperbaiki tiang PJU yang hampir roboh. Hanya saja, belum dilakukan penggantian melainkan perbaikan sementara agar tidak miring. ’’Sudah kami perbaiki, (tapi) belum diganti. Karena target utama kami agar PJU nyala lagi, untuk penggantian (tiang PJU) itu kita sesuaikan nanti,’’ terangnya.
Guna mengantisipasi agar PJU tak kembali padam, pihaknya bakal melakukan pemantauan rutin di jalur yang membelah kawasan hutan itu. Baik di wilayah Pacet hingga Trawas. Sebab, kawasan hutan dinilai rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas hingga aksi kriminal lantaran minimnya penerangan jika PJU padam. ’’Kami koordinasikan dengan instansi terkait maupun Dishub Jatim untuk pemantauan, perawatan rutin, termasuk perantingannya ya. Karena memang ada jalur dan PJU yang beririsan dengan Dishub Jatim,’’ tandasnya.
Jika PJU Pemkab Mojokerto telah rampung dibenahi, berbeda dengan PJU solar cell Dishub Jatim sebanyak 30 titik. Hingga saat ini, masih belum disentuh perbaikan. Kepala UPT P3 LLAJ Mojokerto Yoyok Kristyowahono mengatakan, pihaknya masih berusaha agar perbaikan hingga rencana penambahan PJU bisa segera terealisasi. Ia juga menyambut baik terkait rencana antisipasi dengan pemantauan rutin PJU di kawasan hutan tersebut. ’’Ini masih kami koordinasikan dengan (kantor pusat) Dishub Jatim supaya segera diperbaiki. Terlebih bisa menambah PJU di titik yang belum terpasang,’’ sebutnya. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah