GEDEG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sungai Marmoyo yang memisahkan Desa Jeruk Seger, Kecamatan Gedeg, dengan Desa Japanan, Kecamatan Kemlagi rawan meluap. Sepanjang aliran dipenuhi sampah dan tanaman. Selain itu, sungai juga tampak dangkal dan rawan meluber ke permukiman warga.
Aliran sungai ini tampak lama tak dirawat. Pemandangan sampah rumah tangga paling kentara terlihat di sekitar jembatan penghubung Jalan Raya Mojokerto-Lamongan. Tumpukan sampah menggunung di bantaran sungai sisi barat. Selain itu, terdapat pula rerimbunan tanaman air yang menutupi permukaan sungai. Terdapat pula sampah batang bambu dan pohon yang hanyut.
Wardi, warga setempat menyebut, sampah tersebut berasal dari rumah tangga serta pertokoan di bantaran sungai. Mereka membuangnya secara sembarangan. ”Baunya kadang tidak enak,” tuturnya. Tumpukan sampah plus tanaman pengganggu itu, menurut dia, dapat menghambat aliran sungai.
Sehingga, jika debit air sedang tinggi, aliran rawan meluap. Kondisi ini terpantau di sepanjangan hampir tiga kilometer aliran sungai sisi barat jalan raya. Bahkan, pada titik tertentu, permukaan sungai peres dengan badan jalan. Air meluber ke bantaran yang dipenuhi sampah dan ditanamai pohon pisang. ”Harusnya dikeruk, kalau tidak bisa-bisa masuk kampung,” imbuhnya. Sepanjang aliran tersebut berdiri rumah warga.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat sebelum melakukan pembersihan, pihaknya bakal mengecek lebih dulu kondisi aliran sungai. Hal ini guna mengetahui persoalan di aliran tersebut. ”Besok (hari ini, Red) tim saya biar turun untuk melihat kondisinya. Kalau memang perlu dikeruk dan pembersihan akan kita koordinasikan,” jelasnya. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah