Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kampung Durian Dongkrak Perekonomian Warga

Fendy Hermansyah • Selasa, 1 Februari 2022 | 13:10 WIB
kampung-durian-dongkrak-perekonomian-warga
kampung-durian-dongkrak-perekonomian-warga

Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, menyimpan hasil bumi yang luar biasa. Salah satunya aneka durian yang menjadi primadona wisatawan.


Durian khas yang tumbuh subur di lereng Gunung Penanggungan ini bahkan sudah dikenal di penjuru kota-kota besar. Rombongan warga luar daerah berdatangan hanya untuk berburu dan menikmati durian masak pohon ini.


Kepala Desa Duyung Bambang Jurianto Siswantoro mengatakan, buah durian di desanya memang menjadi potensi yang luar biasa dalam pengembangan wisata di desanya. Apalagi kini sudah ada 300 hektare tanaman durian yang bisa dipanen tiap tahunnya. 97 hektare di lahan milik penduduk dan 215 hektare milik perhutani yang semuanya juga dikelola penduduk. ’’Saat ini juga sudah mulai panen. Tentu, ini bisa mendongkrak perekonomian warga tiap tahunnya,’’ ungkapnya, kemarin.


Tingginya permintaan durian membuat perputaran ekonomi di desa dengan dua dusun ini juga meningkat tajam. Bahkan per harinya bisa capai Rp 3 juta per rumah. Khususnya di musim durian sekarang. Tiap hari kampung ini seakan tak pernah sepi. Deretan mobil mewah selalu berjajar parkir di depan rumah warga. ’’Per hari per rumah bisa jual 100 biji lebih. Jika dirata-rata harganya Rp 25-30 ribu, maka per rumah bisa capai Rp 2-3 juta per hari. Itu panennya berlangsung hingga tiga bulan,’’ paparnya.


Potensi yang luar biasa ini ditangkap pemerintah desa sebagai peluang mengembangkan desanya. Untuk mengawali, pemdes menggandeng penggiat wisata mendirikan kafe La Verde Duyung. Berlokasi di pintu masuk desa sisi barat, kafe tersebut dilengkapi varian menu khas durian ini menjadi pilot project desa. ’’Dengan adanya kafe La Verde Duyung ini, makan durian juga bisa di kafe. Itu yang menjadi ciri khas bahwa Duyung itu menjadi kampung durian,’’ jelasnya.


Tempat ini menyuguhkan panorama yang indah. Hamparan hijau persawahan berlatar belakang gunung menambah kenyamanan wisatawan menikmati buah beraroma harum itu. Dipastikan mereka akan dibuat ketagihan. Dengan harga yang tak menguras kantong, buah dengan rasa manis dan legit ini selalu diburu pembeli. Di antara sekian banyak jenis durian, durian merica tetap yang paling diburu. ’’Orang yang datang ke Duyung kalau di hari Minggu itu saja kurang lebih 1.200 pengunjung. Ini hasil kalkulasi kami dalam rangka pengembangan Desa Wisata Duyung,’’ tambah penggiat wisata, Hartono.


Jika dihitung, lanjut Hartono, tiap bulan wisatawan yang masuk ke Desa Duyung bisa tembus 14 ribu orang. Sehingga dalam setahun orang keluar masuk untuk berwisata di desa setempat bisa diangka 150 ribuan lebih. ’’Asumsi kita orang tidak usah belanja banyak-banyak. Satu orang belanja Rp 50 ribu saja, kali berapa, itu kan sudah jadi peluang untuk desa,’’ tegasnya. (ori/abi)


 

Editor : Fendy Hermansyah