Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pupuk Subsidi Langka

Fendy Hermansyah • Jumat, 26 November 2021 | 23:25 WIB
pupuk-subsidi-langka
pupuk-subsidi-langka

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Petani mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi. Para petani terpaksa membeli pupuk nonsubsidi dengan harga yang jauh lebih mahal.


Seperti yang dialami Ismail, 55. Petani di Kecamatan Bangsal ini mengaku, sejak tiga pekan terakhir mengalami kesulitan mendapatkan pupuk subsidi. Terutama pupuk urea. ”Jadi kita terpaksa beli yang nonsubsidi. Harganya Rp 270-290 ribu/sak,” ujarnya. Padahal, harga pupuk subsidi yang di pasaran kisaran Rp 112-125 ribu.


Ia dan petani lainnya membutuhkan pupuk subsidi untuk menekan ongkos produksi di lahan berukuran empat petak miliknya. Kelangkaan pupuk subsidi di sejumlah kios juga menyasar pupuk subsidi lainnya seperti NPK maupun ZA. ”Katanya, begini ini hampir merata di kecamatan-kecamatan lainnya, ndak tahu sebenarnya kenapa ya ini? Padahal lagi butuh-butuhnya,” ungkapnya.


Sementara itu, Kasi Pupuk dan Pestisida Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto Syaifudin menjelaskan, menipisnya stok pupuk subsidi hingga menimbulkan kelangkaan itu terjadi merata secara nasional.


Karena, pemerintah pusat mengepras kuota pupuk subsidi di daerah. Bahkan, usulan sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (e-RDKK) dari Disperta hanya dipenuhi sekitar 77 persen. ”Pengajuan kami di e-RDKK total 66.207 ton dari beberapa jenis pupuk subsidi. Namun, itu hanya dicukupi 77 persennya saja,” terangnya.


Menurut dia, hal tersebut lantaran adanya refocusing dalam penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah pusat. Sehingga, sejumlah anggaran harus dikepras. ”Informasi yang kami terima, ada pembatasan anggaran dari pemerintah pusat. Jadi jumlahnya berkurang,” imbuhnya.


Yang paling terdampak dari pemangkasan anggaran tersebut adalah jumlah pupuk NPK subsidi. Tahun ini hanya dipenuhi 49 persen dari total pengajuan sekitar 26 ton. ”Kalau urea tahun ini dicukupi 100 persen dari yang kita ajukan. Sekitar 12.600 ton. Kalau tahun lalu kena pengurangan,” bebernya.


Disperta berupaya mengurai permasalahan tersebut agar ketersediaan pupuk tetap terjaga. Di antaranya, setiap kios tetap menjual pupuk untuk menambal kebutuhan petani meski merupakan pupuk nonsubsidi. ”Untuk mengatasi itu, kita sudah berkoordinasi dengan rekanan distributor dan kios untuk menyediakan pupuk nonsubsidi,” katanya.


Di musim tanam ketiga ini, total serapan pupuk subsidi sudah mencapai 88 persen. Sisa 12 persen pupuk itu bakal didistribusikan hingga akhir tahun nanti. ”Sisanya akan kami distribusikan sampai Desember nanti. Yang bulan ini saja masih belum didistribusikan,” tandas Syaifudin. (vad/ron)

Editor : Fendy Hermansyah