Melahirkan bayi kembar, sudah jamak ditemui. Namun, Nine Kristin Cahyani, warga Wates, Kota Mojokerto, melahirkan tiga bayi sekaligus. Meski terlahir prematur, namun kondisi bayi imut itu tidak mengkhawatirkan.
INDAH OCENANDA, Kota, Jawa Pos Radar Mojokerto
Dua dokter dan beberapa tenaga kesehatan RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, terlihat keluar dari ruang neonatus insentif care unit (NICU). Mereka tersenyum lega setelah berjibaku selama 45 menit melakukan operasi caesar seorang ibu yang melahirkan tiga bayi kembar.
Perempuan beruntung itu adalah Nine Kristin Cahyani. Melahirkan bayi kembar, bukan pertama kalinya bagi perempuan yang tinggal di Wates, Kota Mojokerto ini. Karena, saat kehamilan kedua, ia juga melahirkan bayi kembar. Keduanya berjenis kelamin laki-laki. Saat ini, ia memiliki total tujuh anak. Semuanya berjenis kelamin laki-laki.
Dokter penanggung jawab persalinan, dr Kurnia Dian Ikasari menuturkan, ibu dari para bayi tersebut sudah rutin kontrol kandungan sejak usia kandungannya masih mencapai 17 minggu. Namun, saat di USG, hanya tampak dua bayi kembar saja.
Lalu, setelah usia kandungan mencapai hampir tujuh bulan, baru diketahui ternyata kembarnya ada tiga bayi. ”Baru pemeriksaan evaluasi ulang sekitar dua bulan ke depan, dari situ waktu hamil sekitar usia hampir tujuh bulan baru ketahuan ternyata kok triplet,” ungkap dokter spesialis kandungan itu.
Wanita yang akrab disapa Dian ini menuturkan, kasus kelahiran seperti ini sangat langka. Terlebih, kasus persalinan bayi kembar umumnya memiliki risiko tinggi. Tak hanya itu, faktor umur pasien juga turut memengaruhi kondisi kelahiran. Terutama waspada jika bayi lahir dalam kondisi prematur. ”Akhirnya saya minta persalinan di sini. Persiapan sekitar 30 minggu sebelumnya. Sudah saya wanti-wanti juga untuk jaga protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi ini, bakalan ribet kalau semisal positif Covid-19,” terang dia.
Beruntung, sang ibu yang diketahui berusia 36 tahun itu sangat teredukasi dengan kehamilan. Sehingga, ketika dilakukan uji rapid antigen sebelum operasi, sang ibu dinyatakan negatif Covid-19.
Dian mengatakan, sang ibu sempat merasa sesak lantaran perutnya yang semakin membesar. Namun, sang ibu belum berkenan untuk dioperasi lantaran khawatir bayinya bakal terlahir prematur. ”Tapi masih lahir prematur, hanya kondisinya tidak mengkhawatirkan karena berat badannya masing-masing masih mendekati 2,5 (berat badan normal) kg. Semuanya laki-laki,” sebut wanita berhijab ini.
Karena masih terlahir prematur, kondisi paru-paru ketiga bayi ini masih harus memerlukan alat bantu oksigen. Sehingga, mereka masih terpisah dari sang ibu, yakni di ruang NICU, ruang khusus penanganan bayi pasca dilahirkan.
Dian merinci, ketiga bayi ini ditempatkan di inkubator lengkap menggunakan bantuan oksigen yang berbeda. ”Yang dua bayi masih memakai bantuan oksigen CPAP (melalui selang), sedangkan yang satu bayi pakai oksigen manual,” jelasnya. Kendati demikian, Dian menyebutkan kondisi semua bayi masih dalam keadaan stabil.
Disinggung terkait kondisi sang ibu, Dian mengatakan saat ini sang ibu masih dalam masa pemulihan pasca operasi. Tentunya, pasien yang diketahui merupakan warga Kecamatan Wates itu akan diperiksa lagi terutama untuk tekanan darahnya. ”Insyaallah, dalam dua hari sudah bisa pulang,” ulasnya.
Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto dr Triastutik Sri Prastini mengatakan, proses persalinan bayi kembar tiga sangat langka. Sebab, pihaknya baru kali ini menangani proses kelahiran bayi kembar lebih dari dua. Terlebih, kelahiran ini sangat memiliki risiko tinggi. ”Sangat langka, baru kali ini kita menangani. Sebelumnya sering, cuma hanya bayi kembar dua saja. Kalau yang ini kembar tiga, Alhamdulillah tim kesehatan kita berhasil menangani,” pungkasnya.
Sementara itu, suami Nine, Eben Imanuel Babys mengatakan, kehadiran tiga buah hati sekaligus, tak pernah disangka sebelumnya. Sebab, dia pernah mengikuti program agar anaknya kembar. Tapi, dia tak manyangka bisa dikaruniai kembar tiga. ”Kalau sampai tiga sih kita nggak nyangka, nggak sampai pikiran ke sana. Tapi, memang dari bapak saya juga kembar,” ucap dia.
Eben menambahkan, kehamilan istrinya baru diketahui ketika mencapai usia kandungan empat bulan. Saat itu, Nine mengaku merasakan perutnya sakit. Awalnya, dia dan istrinya sengaja tak memeriksakan diri ke dokter karena tidak yakin kalau sang istri hamil. Namun, ketika usia kandungannya memasuki lima bulan, Nine juga merasakan sesak di pernafasan. ”Kita takut kena Covid-19 akhirnya nggak berani ke dokter. Tapi lama-lama kita beranikan bawa ke dokter eh ternyata diperiksa hamil sudah lima bulan,” tuturnya.
Meski masih terpisah dari sang ibu, Eben mengaku bahagia melihat ketiga bayinya lahir dengan sehat. Dia juga sudah memberikan nama ke semua anaknya. Yakni Misrael Adam Babys, Misriel Musa Babys, dan Yasriel Omega Babys. ”Sehat semua, sudah saya kasih nama, semuanya ada marga dari saya,” pungkasnya. (ron)
Editor : Imron Arlado