Sehat merupakan hal yang perlu untuk selalu dijaga, karena segala aktivitas dapat kita lakukan jika kita sehat. Adanya program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS) menjadi pilihan Sumarno (64) yang merupakan salah satu peserta dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri. Ia menceritakan dengan panjang lebar awal mula menimpa dirinya. Namanya juga orang tua, penginnya menikmati hidup di hari tua. Tapi terasa tidak enak kalau tidak ada aktivitas. Ketika menggergaji kayu untuk membuat lemari, tidak disangka tangan kiri saya terkena mesin gergaji dan hampir putus pada waktu itu.
“Tanpa pikir panjang dengan dibantu keluarga, berbekal dengan kartu JKN yang saya milikki, di bawa ke Puskesmas. Dari Puskesmas langsung dirujuk IGD rumah sakit Kamar Medika Mojokerto dikarenakan butuh penanganan khusus. Tak pernah terbayangkan untuk biaya yang mahal di rumah sakit, kondisi ekonomi kurang dan mendapat musibah. Hasil observasi dinyatakan untuk menjalani operasi dan rawat inap,” ungkap warga Sukosari Kabupaten Mojokerto ini.
Sumarno melanjutkan, setelah proses IGD selesai, kemudian di pindahkan ke ruang inap sambil menunggu operasi. Ia pun mengapresiasi pelayanan yang didapatnya cepat dan menyatakan puas. Baginya ruangan kamar yang bersih, petugas kesehatan yang ramah dan pelayanan yang baik merupakan citra dalam pelayanan terbaik bagi rumah sakit.
“Operasi berjalan lancar, pelayanan yang diberikan di rumah sakit sangat cepat, tanggap dan nyaman. Tidak ada perbedaan pelayanan baik pasien BPJS maupun pasien umum. Selama menjalankan rawat inap dilayani dengan baik sekali. Dokter juga sering mengontrol dan memberikan perkembangan kondisinya. Segala biaya operasi dan rawat inap dijamin oleh BPJS Kesehatan dan tidak mengeluarkan biaya sepeserpun dengan menggunakan kartu JKN-KIS,” tuturnya.
Ia sempat membandingkan pelayanan yang dirinya terima dengan pasien di kamar sebelah yang juga rawat inap namun merupakan pasien umum. Dari informasi ini ia pun terkesima dengan program JKN-KIS ini. Baginya ini merupakan program kemanusiaan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat baik di perkotaan maupun pedesaan, kaya atau miskin.
“Alhamdulilah sekarang sudah sehat dan menunggu jadwal operasi ke dua. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah dan peserta JKN-KIS lainnya yang sudah secara rutin membayar iurannya, sehingga bisa membantu pengobatan saya dan orang lain. Semoga program ini dapat diikuti oleh seluruh penduduk secara gotong-royong dan lebih meningkat untuk pelayanannya,” tutupnya. (ar/gy)
Editor : Imron Arlado