Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula darah. Salah satu peserta Program JKN-KIS yang sudah memanfaatkan program ini adalah Riska Partiyaningsih, 34. Riska merupakan Peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).
“Sebelum ikut BPJS Kesehatan, Saya mengalami rawat inap bisa menghabiskan biaya sangat banyak. Sekarang sudah merasa lega dan nyaman karena sudah terdaftar sebagai peserta (JKN-KIS), beberapa kali rawat inap sudah tidak lagi diminta biaya,” ujarnya.
Riska panggilan akrabnya, awal mulai terkena penyakit diabetes mellitus keluhan yang dirasakan saat itu hampir setiap hari kebangun dari tidur di tengah malam, efeknya berat badan jadi turun drastis. Selain itu Ia mengaku sering merasakan lemas, badan gemetar, hingga keluar keringat dingin.
“Setelah saya memeriksakan diri ke dokter dan dirujuk ke rumah sakit atas indikiasi medis. Dari hasil visum didapatkan kadar gula yang cukup tinggi. Mulai saat itu saya langsung diberikan insulin, tidak menyangka sebelumnya akan menderita penyakit diabetes mellitus dan tak terpikirkan waktu itu akan biaya yang mahal,” ungkap Riska
Ia menambahkan, sering kali datang ke rumah sakit dengan kondisi yang menurun dan harus menjalankan rawat inap. Ia pun menceritakan bahwa tak jarang suaminya bersama keluarga harus berpikir keras mencari cara untuk memulihkan keadaannya.
“Dikarenakan sering masuk rumah sakit , perawat dan dokter sampai hafal dan langsung segera ditangani,” tambahnya.
Riska juga menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat, khususnya peserta baik peserta bukan penerima upah (PBPU) maupun pekerja penerima upah (PPU), agar benar-benar menjaga kartu JKN-KIS agar selalu aktif. Selalu menjaga pola makan, olah raga dan hidup sehat.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kebaikan yang diberikan BPJS Kesehatan yang merupakan program mulia semua masyarakat dan berharap program JKN-KIS ini harus dijaga bersama agar manfaatnya bisa berkelanjutan bagi semua orang. Penyakit tidak pernah kita undang dan tidak dapat kita tolak sehingga kewaspadaan dengan memiliki kartu JKN-KIS sangat diperlukan. Semoga terus jaya dan semakin maju dari tahun ke tahun karena yang bergantung sangat banyak sekali,” tutupnya. (ar/gy)
Editor : Imron Arlado