Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Segarnya Aliran Sungai Boro

Imron Arlado • Jumat, 27 Agustus 2021 | 16:00 WIB
segarnya-aliran-sungai-boro
segarnya-aliran-sungai-boro

ALIRAN sungai Boro yang melintasi Desa Lebakjabung, Jatirejo membawa berkah bagi warga setempat. Selain menghasilkan material pasir yang kerap ditambang secara manual, sungai ini juga memancarkan pesona yang indah.


Setidaknya ada beberapa tempat di sepanjang aliran sungai yang jernih dan menyegarkan tersebut yang kini mulai banyak dikenal pengunjung. Mulai Dam Payung sampai Padusan Watu Trawas. Kedua tempat ini terletak berdekatan dan berada dalam satu kawasan di pinggir aliran sungai Boro.


Kesegaran dan jernihnya air sungai Boro menjadikan tempat ini saat ini menjadi jujugan pengunjung. Nyaris di setiap akhir pekan atau hari libur, tempat ini selalu ramai dipenuhi pengunjung.


Tak hanya dari sekitaran Mojokerto. Tak sedikit pula pengunjung dari Sidoarjo, Gresik dan kota lain di luar Mojokerto. Bahkan beberapa komunitas pesepeda juga tak ketinggalan menempatkan kawasan ini sebagai rute gowesnya.


Sejatinya, Dam Payung merupakan pintu air yang dibangun jaman penjajahan Belanda. Fungsi utamanya adalah mengendalikan debit air di sepanjang Sungai Boro. Layaknya bangunan peninggalan Belanda lainnya, bendungan ini juga mempunyai ciri khas yang sama, kuat dan kokoh. Kini bebatuan di Dam Payung diberi warna-warni yang indah dan memikat.


Di sepanjang aliran sungai ini juga ada tempat yang disebut masyarakat setempat dengan nama Padusan Watu Trawas. Letaknya tak jauh dari Dam Payung. Sesuai namanya, Padusan Watu Trawas merupakan batu besar di sisi sungai. Karena bentuknya yang unik dan instagrammable, batu ini juga menjadi jujugan pengunjung untuk berfoto ria.     


Agus Irmawan, salah satu pengelola kawasan wisata air Desa Lebakjabung mengatakan, untuk menikmati kesegaran air dan keindahan view sungai Boro tersebut, pengelola tak memungut tiket dari pengunjung. ’’Pengunjung bebas masuk dan bermain atau bersantai di sini tanpa perlu membayar tiket,” kata Agus.


Namun, untuk ketertiban dan keamanan kendaraan pengunjung, pengelola tetap menerapkan parkir bagi setiap pengunjung. Tarif yang ditetapkan juga tidak terlampau mahal. Pengunjung cukup hanya membayar parkir sebesar Rp 5 ribu untuk sepeda motor dan Rp 10 ribu untuk mobil. 

Editor : Imron Arlado