Merpati pos bisa terbang ratusan kilometer hanya untuk pulang kandang. Kemampuan daya jelajah ini sebanding dengan harganya yang setara satu unit motor baru. Banyak peminat yang rela merogok kocek dalam-dalam demi bisa mengandangkan sang penjelajah langit ini.
YULIANTO ADI NUGROHO, Prajurit Kulon, Jawa Pos Radar Mojokerto
PULUHAN burung merpati di kandang milik Priyadi saling berebut makanan. Bukan sembarang merpati. Cincin yang melingkar di kaki merpati menandakan mereka jenis merpati pembalap. Di antaranya, bahkan punya stempel khusus pada bagian sayap sebagai bukti pernah juara lomba balap. ”Sebutannya merpati pos racing,” ujar Priyadi.
Pria yang akrab dengan panggilan Mas Thung ini merupakan anggota Mojopahit Racing Pigeon Community (MRPC). Sebuah komunitas berkumpulnya para penghobi merpati pos. Tapi, lebih dari penghobi, Thung lebih mirip penakluk merpati pos. Di rumahnya di Perum Surodinawan Grand Site, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, dia punya 50 ekor merpati pos.
Salah satu burung kesayangannya telah menyabet juara ketiga kontes balap kisaran sebulan yang diadakan di Cilegon, Banten sekitar sebulan lalu. Burung merpati miliknya berhasil mencatat terbang sejauh 750 kilometer (km) dalam waktu tempuh kurang dua hari. ”Dilepas hari Sabtu pagi, Minggu siang itu sudah sampai rumah,” imbuhnya.
Merpati pos memang dikenal punya daya jelajah tinggi. Kemampuannya untuk kembali ke kandang dengan menempuh jarak ratusan km ini tak didapat dengan instan. Thung menceritakan, ada banyak tahapan latihan pribadi dan latihan terpusat yang harus dilalui supaya merpati. Merpati berkali-kali diuji coba terbang dengan jarak yang lebih dekat. ”Selain itu perawatan porsi makan harus dijaga supaya tetap fit. Yang terpenting melatih kemampuan terbangnya, supaya makin teruji naluri pulang ke rumahnya,” jelas dia.
Keistimewaan merpati pos ini dirasa sebanding dengan harganya yang terbilang fantastis. Thung menuturkan, harga merpati pos racing di wilayah Jawa Timur mencapai Rp 10 juta sampai Rp 15 juta per ekor. Harga ini setara dengan satu unit motor bebek baru. Namun, kepopuleran merpati pos membuat banyak orang tak ragu untuk merogoh kocek dalam. Menurutnya, penghobi merpati pos cukup banyak di Mojokerto. Menurutnya, tak kurang dari 100 orang yang tergabung dalam komunitas MRPC. Thung mengaku kegemarannya pada merpati pos ini karena didorong perasaan takjub pada kemampuan daya jelajahnya yang tinggi.
Dia terpesona dengan cerita masa lalu ketika merpati pos masih dimanfaatkan untuk berkirim surat. ”Dari kecil suka merpati. Kalau merpati pos ini baru mulai tahun 2017 karena pengen nostalgia pelihara merpati,” ujarnya. (ris)
Editor : Imron Arlado