Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

99 Persen Karyawan PT Tjiwi Kimia Sudah Divaksin

Imron Arlado • Rabu, 25 Agustus 2021 | 01:53 WIB
99-persen-karyawan-pt-tjiwi-kimia-sudah-divaksin
99-persen-karyawan-pt-tjiwi-kimia-sudah-divaksin

PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Tbk yang berlokasi di Jalan Raya Surabaya-Mojokerto kembali menggelar vaksin Covid-19 untuk para pekerja . Vaksin kedua untuk karyawan ini menggunakan vaksin Sinovac  dipantau secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, drg. Syaf Satriawarman, Sp.Pros, didampingi perwakilan manajemen Tjiwi Kimia  Gijan Ongkoredjo . Sebelum memasuki ruang vaksin , satu persatu pekerja tampak tertib antre serta menjaga jarak, tak lupa masker wajib di pakai di area kerja.


 


Perwakilan manajemen Tjiwi Kimia  Gijan Ongkoredjo  mengatakan, dari total 10 ribu, hingga minggu keempat bulan Agustus 2021, sebanyak 99 persen karyawan PT Tjiwi Kimia sudah mendapatkan vaksin tahap pertama dan kedua. ’’99 persen karyawan sudah mendapat vaksin tahap pertama dan tahap kedua.Ini merupakan kerja sama yang luar biasa antara PT Tjiwi Kimia dan pemerintah,’’ ujar pria yang akarb disebut Pak Ongkie ini .


Selanjutnya PT Tjiwi Kimia akan melaksanakan vaksin untuk tiga desa di sekitar PT Tjiwi Kimia. Yakni, Desa Keramat Temenggung, Desa Singkalan, dan Desa Mliriprowo, dengan jumlah tiga ribu vaksin. Program ini merupakan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo yang menyediakan vaksin dan PT Tjiwi Kimia melalui RS Citra Medika selaku vaksinator. ’’Ini juga bagian kepedulian pada masyarakat khususnya yang ada di sekitar PT Tjiwi Kimia,’’ ujarnya.


 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo drg Syaf Satriawan Sp Pros mengapresiasi PT Tjiwi Kimia yang sukses melaksanaan vaksin kedua sehinga mayoritas karyawan PT Tjiwi Kimia sudah mendapatkan vaksin. ’’Kami dari Dinas Kesehatan mengucapkan terima kasih kepada PT Tjiwi Kimia  sukses hingga vaksin kedua. Sehingga mayoritas para karyawan sudah mendapatkan vaksin,’’ Ungkapnya.


Syaf Satriawan mengaku salut kepada manajemen pabrik kertas terbesar di Jawa Timur ini, yang akan melakukan kegiatan vaksinasi ke tiga desa  sekitar  perusahaan Dari tiga desa tersebut akan mendapatkan vaksin Moderna sebanyak tiga ribu orang. Pemberian vaksin ini sangat istimewa karena selama ini vaksin Moderna tidak banyak yang di gunakan untuk vaksin di masyarakat.  Namun, bisa di laksanakan di tiga desa sekitar PT Tjiwi Kimia. Hal itu sangat menguntungkan karena bisa digunakan untuk ke luar negeri seperti halnya umrah. ’’Luar biasa sekali tiga desa warganya akan mendapatkan vaksin Moderna dari pabrik Tjiwi Kimia. Vaksin Moderna punya keuntungan di antaranya untuk ke luar negeri dan umrah bagi umat muslim,’’ ujar Drg Syaf Satriawarman.


Ketua Serikat Pekerja, Artian Yunianto, mengaku senang dengan adanya vaksin ini. Vaksin kedua ini berdampak positif untuk menciptakan Tjiwi Kimia para pekerjanya lebih sehat dan lebih makmur. Langkah berikutnya, pihaknya dan manajemen akan membuat vaksin pada keluarga yakni istri atau suami pekerja dan anaknya yang berusia 12 tahun ke atas. ’’Langkah berikutnya kami dan manajemen membuat vaksin keluarga. Setelah para pekerja sudah mendapatkan vaksin pertama dan kedua, kemudian istri dan anak kita yang usianya mencukupi (12 tahun) akan mendapatkan vaksin dari Tjiwi Kimia,’’ tegas Artian.


Sementara itu. dr Fahmi dari RS Citra Medika yang bertanggung jawab dalam proses vaksinasi kedua menjelaskan, 1 persen pekerja yang belum mendapatkan vaksin dikarenakan ada kendala di kesehatan pekerja itu sendiri. ’’1 persen karyawan yang tidak vaksin karena ada komorbid seperti hipertensi yang tidak terkontrol, diabetes yang tidak terkontrol, dan riwayat asma. Sehingga, dalam proses vaksin pekerja tidak bisa dilakukan. Rencananya kita akan jadwalkan ulang kepada para pekerja yang belum mendapatkan vaksin karena alasan kesehatan,’’ pungkasnya. 

Editor : Imron Arlado