Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Juragan Rongsokan Ditemukan Membusuk

Imron Arlado • Senin, 16 Agustus 2021 | 17:20 WIB
juragan-rongsokan-ditemukan-membusuk
juragan-rongsokan-ditemukan-membusuk

KRANGGAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kunari, 62, tewas membusuk di rumahnya di Lingkungan Pekayon Gang 5, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Sabtu malam (15/8). Jasad pengepul rongsokan ini diduga sudah meninggal dunia selama tiga hari. Dia ditemukan dengan kondisi penuh belatung di antara tumpukan barang bekas.


Wiji, istri Kunari diduga tak menyadari suaminya sudah meninggal selama tiga hari. Pasangan suami istri (pasutri) ini diketahui memiliki keterbelakangan mental. Wiji menganggap suami hanya sedang tidur. Warga menduga Kunari meninggal sejak Kamis (12/8). Hari terakhir saat Kunari terlihat beraktivitas. ”Kamis pagi itu masih keluar rumah,” kata Suradi, warga sekitar.


Namun setelah itu, Kunari otomatis tak pernah nampak lagi. Warga juga tak menaruh curiga di mana keberadaan Kunari. Bau busuk yang timbul dari mayatnya dikira berasal dari bangkai binatang dari tumpukan rongsokan di rumah Kunari. ”Karena sudah biasa mencium bau busuk. Dikiranya ya bau tikus,” ungkap Sumardi, warga lainnya.


Mayat Kunari diketahui kerabat yang datang untuk mengecek kondisinya sekitar pukul 19.00. Menurut Sumardi, jasad Kunari dalam kondisi telentang. Tubuhnya sudah dikerubuti belatung sehingga mengeluarkan bau tak sedap.


Penemuan ini langsung dilaporkan ke polisi. Jenazah segera dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.


Diketahui Kunari memiliki riwayat penyakit hernia. Beberapa tahun lalu dia pernah menjalani operasi. Sehari-hari Kunari mencari rongsokan di wilayah Kota Mojokerto. Tumpukan beragam barang bekas itu dikumpulkan untuk kemudian dijual.


Hingga kemarin, rumah yang dipenuhi barang rongsokan ini masih terpasang garing polisi. Kapolsek Prajurit Kulon Kompol M Sulkan menyatakan, kematian Kunari tak disadari istrinya. Jasadnya terlantar di rumah selama tiga hari. ”Istrinya itu punya keterbatasan mental. Dikiranya hanya tidur tak mau bangun,” terangnya. Akibat kondisi mental itu, Wiji tak menghiraukan kondisi Kunari.


Hasil pemeriksaan tak ada bekas kekerasan di tubuh Kunari. Dia diduga tewas karena penyakit menahun. Setelah menjalani pemulasaraan di rumah sakit, Kunari langsung dikubur di pemakaman setempat. ”Langsung dimakamkan malam itu,” imbuh Sulkan. 

Editor : Imron Arlado
#mati mendadak