PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto - Sebuah gudang rongsokan di Dusun/Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto terbakar, Selasa (27/8) pagi. Si jago merah melalap seluruh bagian gudang. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Ngatimin, 55, warga setempat mengatakan, api mulai melalap gudang rongsokan milik Iwan Santoso sekitar pukul 09.30. Menurutnya, kobaran api berasal dari belakang gudang yang menjalar ke seluruh bagian gudang. ”Pastinya saya kurang tahu karena apa. Tapi sempat kelihatan apinya dari belakang situ,” ujarnya di lokasi.
Saat api mulai menyebar, sejumlah karyawan gudang sempat berupaya memadamkan dengan alat seadanya. Namun hasilnya nihil. Sebab, api dengan cepat menjalar di atas lahan seluas sekitar 50 meter x 25 meter itu. ”Karena nggak ngatasi, akhirnya mereka nyelamatkan diri,” ungkapnya.
Ngatimin menambahkan, peristiwa itu bukan kali pertama. Sebab, sekitar 21 tahun silam, peristiwa yang sama sempat melanda gudang rosokan milik Iwan. ”Waktu itu yang megang masih bapaknya (Iwan),” bebernya.
Kobaran api yang terus membesar, membuat warga khawatir merembet ke pemukiman. Apalagi, saat peristiwa itu, hembusan angin begitu kencang. ”Tadi istri saya sempat panik sampai nangis. Khawatir apinya merembet ke rumah,” imbuh pria paro baya itu.
Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Lutfi Ariyono menjelaskan, kebakaran tersebut diduga akibat korsleting pompa air di bagian gudang. Sehingga banyaknya tumpukan rongsokan yang mudah terbakar memicu api.
Setidaknya, tujuh armada PMK diterjunkan guna menjinakkan kobaran api. Meski begitu, petugas mangaku mengalami sejumlah kendala dalam proses pemadamam. Mulai dari sempitnya akses jalan menuju lokasi, kencangnya hembusan angin, hingga sulitnya mendapat pasokan air. ”Kebaran ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, untuk kerugian material masih dalam penghitungan petugas,” tukasnya. Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, hingga pukul 13.00 petugas masih terus berjibaku melakukan pemadaman api dan pembasahan lahan. (vad)
Editor : Imron Arlado